Proyek Rigid Pavement di Ruas Tonjong – Ragajaya Bermasalah, Dinas PUPR Bungkam

BOGOR — Proyek peningkatan jalan  pada ruas Tonjong-Ragajaya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor dengan Pagu Anggaran sebesar Rp.5,5 Milyar dari APBD Kabupaten Bogor, Ta 2020, dengan Volume pekerjaan mencapai 2.000 meter yang dilaksanakan oleh pihak penyedia jasa PT Adi Purwo Karya Perkasa dan Konsultan pengawas PT. Garis putih sejajar Agung, diduga kuat “Kontruksi Gagal”.

Berdasarkan pengamatan tim awak media ini di lokasi, proyek yang hingga saat ini masih dalam pengerjaan tersebut ditemukan banyak keretakan struktural maupun non struktural.  Bahkan yang lebih parah dibeberapa titik ditemukan pula struktur beton sudah terpisah alias patah.

Konsultan Pengawas PT.Garis Putih Sejajar Agung, saat dikonfirmasi media ini membenarkan terkait retak retak pada struktur beton tersebut.

“Iya Bang, adapun ada temuan atau keganjilan kita sudah bikinkan site intruksi dan itu sudah ada ranah hukumnya untuk backup kita Bang,” jawab pihak konsultan melalui pesan WhatsAppnya, Selasa (17/11).

Salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan pun mempertanyakan kerusakan pada ruas beton tersebut ke pelaksana Proyek.

“Kami juga heran pak, masa belum dilalui kendaraan sudah patah, pada saat kami tanyakan ke pak Wildan sebagai pelaksana, hanya menjawab bagus kalau patah, asal jangan remuk, padahal terjadi di beberapa titik,” ujarnya. (16/11)

Tak hanya itu dalam pengerjaan proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah tersebut, diduga tidak seluruhnya menggunakan besi tulangan (dowel).

“Saat pengerjaan sebagian ada yang menggunakan besi dan ada yang tidak,” Ungkap sumber yang dapat dipercaya.

Terpisah Wildan selaku perwakilan dari penyedia jasa PT.Adi Purwo Karya Perkasa, saat ditemui oleh wartawan media ini, dengan santainya mengatakan jika keretakan tembus sampai kebawah (patah) tersebut, menurutnya bukan satu masalah karena itu bisa diatasi dengan disilent pakai aspal.

“Itu tidak masalah bang, karena bisa di atasi dengan disilent pakai aspal,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan pihak dinas PUPR Kabupaten Bogor dan UPT Jalan Jembatan Wilayah 1 Cibinong selaku pengawasan belum memberikan tanggapannya.

(Iwn/sto)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *