Proyek Peningkatan Jalan Raya Tonjong-Ragajaya diduga Kontruksi Gagal

BOGOR — Proyek peningkatan jalan dengan kontruksi Rigid pavement, yang berlokasi di ruas Tonjong – Ragajaya Kecamatan Tajurhalang, yang menelan anggaran sekitar 5,5 Miliar lebih, diduga kontruksi gagal, pasalnya belum ada seminggu usia beton, banyak ditemukan keretakan pada beton, hingga patah.

Parahnya lagi di beberapa titik yang mengalami retak retak dan patah masih dalam tahap pengerjaan.

Telusur Wartawan dilokasi pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh PT Adi Purwo Karya Perkasa, tersebut mengalami retak hingga patah di berbagai titik kendati usia beton belum genap seminggu dan belum pernah dilalui oleh kendaraan.

Salah seorang warga Desa Tajurhalang, yang enggan namanya disebutkan pernah mempertanyakan proyek rigid pavement tersebut kepada pelaksana proyek.

“Kami juga heran pak, masa belum dilalui kendaraan sudah patah, pada saat kami tanyakan ke pak Wildan sebagai pelaksana, hanya menjawab bagus kalau patah, asal jangan remuk, padahal terjadi di beberapa titik,” ujarnya.(16/11)

Tak hanya itu dalam pengerjaan proyek yang menelan anggaran milyaran rupiah tersebut, diduga tidak seluruhnya menggunakan besi tulangan.

Saat pengerjaan sebagian ada yang menggunakan besi dan ada yang tidak”Ungkap sumber yang dapat dipercaya.

Pantauan wartawan dilokasi pekerjaan keretakan pada pengerjaan rigid pavement terjadi di Desa Tajurhalang, tercatat ada 18 titik patah/retakan, bahkan struktur dari beton sudah terpisah.

Konsultan pengawas PT Garis putih sejajar Agung, di konfirmasi terkait keretakan juga struktur jalan yang patah menjelaskan, pihaknya membenarkan hal tersebut,

“Iya Bang..adapun ada temuan atau keganjilan kita sudah bikinkan site intruksi dan itu sudah ada ranah hukumnya untuk backup kita Bang..”Katanya.

Perlu siketahui Proyek peningkatan jalan Rigid pavement di ruas Tonjong Ragajaya, Kecamatan Tajurhalang menelan anggaran sebesar Rp 5.516.599.000, yang bersumber dari dari APBD Kabupaten Bogor, Ta 2020, dengan Volume pekerjaan mencapai 2.000 meter. (Sto/iwn/tim)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *