Minim Pengawasan, Proyek Rehabilitasi Gedung SDN Pabuaran 01 diduga Tidak Sesuai Spek

BOJONGGEDE — Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Pabuaran 01 Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor yang anggarannya  senilai Rp. 523.158.400,-  minim pengawasan.
Pasalnya sejak awal pelaksanaan penggalian lobang hingga pengecoran tiang, sampai saat ini pihak sekolah belum menerima Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari pihak pelaksana proyek.
“Sampai saat ini, saya belum menerima RAB dari pihak pelaksana, baru gambar kegiatan doank,” ungkap Albahrul, Spd Kepala Sekolah SDN Pabuaran 01 kepada awak media ini, Kamis (05/11).
Keterangan photo : Wanto, mandor kegiatan, (duduk) Sedang memberikan arahan kepada tukangnya, Kamis (05/11)
Bahrul juga mengatakan, bahkan hingga kini dirinya belum pernah ketemu dengan pihak kontraktor ataupun Konsultan pengawasnya dari PT.Reka Cipta Kreasindo
“Pihak kontraktor dan konsultan pengawas  belum pernah ketemu dan menghadap ke kami selaku kepala sekolah. Saya pernah sampaikan kepada mandor di lapangan untuk bisa ketemu dengan pihak pelaksana sekaligus untuk memintakan  RAB nya, namun sampai sekarang belum juga ketemu,” tutur Bahrul.
“Sempat juga saya mintakan kontak personsnya ke mandor tapi tidak dikasih. Sekarang pertanyaannya bagaimana caranya kami pihak sekolah turut mengawasi kegiatan pelaksanaan proyek tersebut, jika kami tidak tau dan tidak pegang RAB nya,” keluh Bahrul.
Ditempat yang sama, Wanto selaku mandor pada kegiatan tersebut saat dikonfirmasi, awalnya mengatakan bahwa pekerjaan yang dilaksanakannya itu sudah sesuai dengan gambar yang ada, namun ketika dimintakan gambar nya, ia baru mengakui jika ada ketidaksesuaian pada ukuran besi untuk tiang utamanya.
Dimana berdasarkan gambar seharusnya memakai tiang tersebut memakai besi ulir ukuran 16inc namun faktanya ditiang yang sudah berdiri itu  ada diselipkan 2 buah besi ukuran 12inc.
“Iya pak maaf saya salah, ternyata digambarnya tidak ada ya keterangan besi untuk tiang itu ukuran 12inch.
Nanti akan kita ganti pak dengan memotong bagian besi yang belum kena cor an nya saja, kata wanto.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek yakni CV.Putri Mahakam Kalisamarindo belum bisa dimintai keterangannya. (Sto)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *