Wagub Jabar Serahkan Maskara Untuk 8 Desa di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi

BANDUNG — Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan delapan Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) kepada desa-desa berprestasi di Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Rabu (28/10).

Untuk Kabupaten Cianjur, Maskara diserahkan kepada Desa Sukaraharja, Desa Cirumput, Desa Sukamanah, dan Desa Galar Anyar. Sementara untuk Kabupaten Sukabumi, Maskara diberikan kepada Desa Nyalindun, Desa Bojong Raharja, Desa Sukamana, dan Desa Sukakersa.

Kang Uu berharap desa yang mendapatkan Maskara mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, Maskara dapat memicu desa lain untuk menaikkan status menjadi Desa Mandiri.

“Sebab ujung tombak pembangunan ada di desa. Realisasi program negara ujungnya di desa. Semoga perhatian Pemda Provinsi Jabar kepada desa dapat memicu desa-desa lain untuk bergerak,” ucapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPM-Desa) Provinsi Jabar Bambang Tirtoyuliono menyatakan, pihaknya memiliki inovasi bernama Desa Juara. Desa Juara memiliki tiga pilar, yakni digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Dari tiga pilar tersebut turun sederet program, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Jalan Mulus Desa, Sapa Warga, dan banyak program lainnya. Program-program itu dirancang salah satunya untuk memangkas ketimpangan gap kemiskinan dan digitalisasi pedesaan dengan perkotaan.

Pada 2019, Pemda Provinsi Jabar sudah membangun 22 Jantung Desa yang tersebar di beberapa kabupaten. Jantung Desa dibangun untuk mempermudah akses sekolah dan memperbaiki konektivitas antar desa.

Di sektor perikanan, 1.039 kolam yang menggunakan teknologi smart auto feeder. Lewat teknologi itu, memberi pakan ikan bisa menggunakan gawai. Dampaknya, panen naik dari dua menjadi empat kali dalam setahun. Persentase pendapatan melonjak sekira 30 sampai 100 persen.

“Pemda Provinsi Jabar sudah mencanangkan program-program yang berpihak kepada desa,” kata Bambang. “Supaya tetap tinggal di desa, tapi rezeki kota,” imbuhnya. (Ydk/Kur)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *