Aktivis Muda Demokrasi Lintas Provinsi Datangi Kantor DEEF Indonesia di Cibinong

CIBINONG — Kantor Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia tiba – tiba ramai karena kedatangan 50 orang pemuda lintas provinsi dari luar pulau Jawa, diantaranya dari provinsi Maluku utara, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat.

Dari keterangan resmi DEEP Indonesia kepada media ini, 50 orang pemuda tersebut adalah peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat nasional, yang merupakan salah satu kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia.

“Kunjungan peserta SKPP ini adalah dalam rangka studi lapangan, menggali pengetahuan tentang demokrasi dan kepemiluan dari salah satu NGO demokrasi nasional yang dalam hal ini adalah DEEP Indonesia,” ungkap Direktur DEEP Yusfitriadi, Rabu (28/10).

Pria yang akrab disapa Kang Yus ini mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu RI ini. Menurutnya, kegiatan ini sebagai salah satu pendidikan politik untuk masyarakat sipil dalam upaya membangun konstruksi demokrasi yang kuat dan substansial. “Karena menurut penilaian saya, lemahnya konstruksi demokrasi di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh buruknya pendidikan politik bagi sipil,” ujar Kang Yus.

Ia mengungkapkan, DEEP Indonesia dibentuk karena absennya peran lembaga politik yang semestinya melakukan pendidikan politik bagi masyarakat. “Padahal pendidikan politik adalah salah satu hal krusial yang jarang disentuh bahkan oleh partai politik. Untuk itu, DEEP Indonesia sebagai NGO demokrasi akan terus konsisten melakukan pendidikan politik bagi sipil,” tegasnya.

Kang Yus sangat berharap agar puluhan aktivis muda demokrasi lintas provinsi yang menjadi peserta program SKPP Bawaslu RI ini, tidak hanya sekedar mengikuti program dan selesai. “Saya juga sangat berharap, agar nantinya para alumni SKPP ini akan menjadi akselerator dalam hal pendidikan politik bagi masyarakat.” Pungkas Kang Yus. (Sto/rie).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *