Warga Resah Tuntut PT. Accon Indonesia Hentikan Polusi Udara

GUNUNGSINDUR — Pencemaran udara (Polusi) asap dari kegiatan produksi bata hebbel oleh PT. Accon Indonesia yang berada di Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor terus berlanjut.

Warga masyarakat sekitar area pabrik yang berasal dari 3 RW yang meliputi Desa Padurenan dan Desa Curug, bersiap kembali menggelar aksi damai guna menuntut pihak perusahaan menutup sementara aktifitas produksi sampai pihak perusahaan dapat menghilangkan bau polusi asap tersebut. “Kami warga Desa Padurenan yang tinggal di sekitar area pabrik sudah sejak lama meminta PT. Accon untuk menangani pencemaran polusi udara ini,” ungkap Suparman Nurjaman, tokoh pemuda di Desa Padurenan, Senin (26/10/2020).

Ketua PK KNPI Gunungsindur ini menegaskan, sejak awal warga mengeluhkan adanya polusi udara yang menyebarkan bau tak sedap yang menyengat dan menyesakkan nafas. Ia mengungkapkan, sekitar bulan September 2020, dirinya bersama Ketua RW 01 dan para Ketua RT serta perwakilan warga sudah datang ke lokasi PT tersebut sebagai upaya dialog dan mediasi. “Bahkan saat itu, pihak perusahaan sempat membuat surat pernyataan siap menghilangkan bau dari polisi udara dalam waktu 40 hari. Tapi kenyataannya hingga saat ini polusi masih terjadi,” ungkapnya.

Selain aksi protes warga RW 01 Desa Padurenan, sambung Suparman, warga dari dua RW di Desa Curug tepatnya warga Perumahan Garuda juga sudah berulangkali melakukan protes. Bahkan, beberapa anggota Komisi I DPRD Kab. Bogor juga pernah sidak ke perusahaan tersebut. “Namun pihak perusahaan tetap tidak ada tindakan. Sehingga kami merasa harus terus melakukan aksi protes damai guna menuntut perusahaan segera menghentikan pencemaran udara tersebut.” Tegasnya.

Untuk diketahui, upaya mediasi untuk polemik ini sudah dilakukan beberapa kali, bahkan dihadiri oleh Muspika Gunungsindur. Namun, mediasi masih saja buntu alias tidak menemukan kata sepakat. “Terakhir mediasi itu hari Jum’at (23/10) lalu, sampai di dua lokasi, yaitu di balai Desa Curug dan di lokasi PT. Accon. Namun tidak ada kata sepakat,” ungkap Camat Gunungsindur, Yoddi MS. Ermaya saat dihubungi media ini.

Yodie menjelaskan, mediasi mentok karena perwakilan warga terdampak polusi meminta perusahaan untuk sementara waktu menghentikan produksinya hingga ada instalasi pengolahan limbah penghilang bau. Sementara perwakilan pihak PT. Accon, sambung Camat, menolak untuk menghentikan produksi dengan alasan nasib karyawan dan hanya bersedia untuk menurunkan kapasitas produksi hingga 50%, sambil menunggu selesainya pembangunan instalasi teknologi pengolahan limbah. “Karena tidak ada titik temu ini, warga akan kembali melakukan aksi damai. Muspika Gunungsindur sudah dapat tembusannya dan tentu kami akan terus mendampingi proses mediasi nya.” Tutup Yodi MS. Ermaya. (Sto/rie)

 

Ket. Foto :

 

~ Warga 3 RW yang berasal dari Desa Curug dan Desa Padurenan Kecamatan Gunungsindur akan kembali melakukan aksi protes terhadap pencemaran udara dari kegiatan produksi bata hebbel oleh PT. Accon Indonesia yang berada di wilayah Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *