BMKG Himbau Masyarakat Waspadai Ancaman Badai LA NINA

Keterangan: photo satelit terkait kondisi cuaca di wilayah Indonesia dari BMKG.

RANCABUNGUR — Badan Meteorologi, Klematoligi dan Geofisika (BMKG) melalui pesan yang disampaikan langsung Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya di acara penanaman massal di Telaga Saat Cisarua Kabupaten Bogor, mengingatkan masyarakat terkait masih adanya potensi kebencanaan disebabkan fenomena La Nina.

Menurut Kepala BMKG, pada minggu ini setidaknya ada 3 aktor cuaca bermain di wilayah Indonesia, diantaranya La Nina, Madden Julien Oscillation (MJO) dan Sirkulasi Siklonik di Laut Jawa sebelah Selatan Kalimantan Barat. “Dampak cuaca yang diakibatkan aktor-aktor ini adalah berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah selatan Khatulistiwa.” Ungkap Dwikorita.

Dari pemantauan kondisi terkini La Nina per-tanggal 20 Oktober 2020, yang dilakukan BMKG, terpantau Indeks SOI +9.4 cukup signifikan dan .enunjukkan adanya suplai uap air yang bergerak dari Samudera Pasifik Timur ke Pasifik Barat. Hal tersebut disinyalir meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur.

“Sementara Indeks NINO 3.4 -0.77, signifikan mendukung peningkatan curah hujan harian di beberapa wilayah Indonesia. MJO pada tanggal 17 Oktober 2020 berada di kuadran 5 (Maritime Continent) menunjukkan adanya kontribusi MJO terhadap proses konvektif di wilayah Indonesia,” ujar Kepala Stasiun Klematoligi Citeko, Asep Firman Ilahi, S.Stat., M.Si. kepada media ini, Rabu (21/10)

Ia menambahkan, dalam kurun seminggu ke depan, wilayah Kabupaten dan Kota Bogor secara umum diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sementara wilayah bagian selatan Kabupaten Bogor berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai dengan angin kencang dan badai petir. “Jadi kami himbau masyarakat tetap waspada khususnya yang tinggal di wilayah selatan kabupaten Bogor dan Kota Bogor bagian Selatan dan Timur,” papar Asep Firman Ilahi.

Potensi kebencanaan yang patut diwaspadai saat ini, sambung Asep, adalah kejadian Hidro Meteorologis diiringi dengan aktifitas tektonik dengan kegempaan dibawah 5 Skala Richter (SR). Hal tersebut berpotensi membuat rekahan pada tebing-tebing pegunungan, apabila terdapat kejadian hujan ekstrim di hulu sungai, maka potensi tanah longsor dan banjir bandang di daerah sekitar DAS dan daerah hilir menjadi lebih besar. “Hal paling penting dilakukan masyarakat saat ini adalah tetap memonitor aktifitas kegempaan dan peringatan dini hujan ekstrim melalui aplikasi “InfoBMKG” yang dapat diunduh melalui Play Store dan App Store,” imbuhnya.

Selain itu, masih kata Asep Firman Ilahi, masyarakat harus mewaspadai tempat tinggal nya berada, terutama di area sekitar aliran sungai dan dataran tinggi, yang merupakan daerah rawan terjadinya bencana alam. Asep mengingatkan, agar masyarakat segera menghindari daerah tersebut apabila tercatat aktifitas kegempaan dan hujan lebat/ekstrim berturut-turut minimal 3 hari. “Partisipasi dari pemangku kepentingan seperti Pemerintah Daerah, TNI/Polri dan masyarakat sangat penting bersinergi untuk mewujudkan kesiapsiagaan sebagai antisipasi bencana alam khususnya di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor.” Pungkas Asep Firman Ilahi. (Rie/Sto)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *