Tersangka Pembunuh Gadis Belia di Tegineneng, Praktekan 24 Adegan dalam Rekonstruksi

PESAWARAN — Polres pesawaran gelar rekonstruksi  pembunuhan gadis belia di Tegineneng yang ditemukan mengambang di sungai ledeng dengan posisi tangan terikat, Kamis( 15/10)

Sempat mengegerkan masyarakat kabupaten pesawaran ahirnya berkat kerja keras Polres Pesawaran berhasil mengungkap misteri pembunuhan wanita berinisial Dwi Ana (16) Binti Santok.

Disampaikan Kasat Reskrim Polres Pesawaran AKP. Enrico Donald Sidauruk mewakili Kapolres pesawaran AKBP. Vero Aria Radmantyo menerangkan,

” Ada 24 adegan yang kita peragakan dari h-3 sebelum kejadian yang dilaksanakan pelaku untuk membunuh korban (dwi ana)” kata Enrico.

Dalam rekonstruksi turut dihadiri dari pihak kejaksaan kasi pidum Gunawan juga hadir dari Pendamping Hukum LBH  Cahaya keadilan Andre kurniawan.

Dijelaskan Enrico, mototif pembunuhan terhadap korban, “Korban Dwi Ana meminta pelaku untuk bertanggung jawab atas perbuatannya kepada korban, dikarnakan korban dalam keadaan hamil” jelasnya.

Sementara Kasi Pidum Gunawan mengatakan, “hari ini saya menyaksikan tersangka dalam rekonstruksi ini, jujur ya tidak ada rekayasa, dan pasal yang ditetapkan penyidik itu sah-sah saja 338 dan 340″ Ucapnya.

Ditempat yang sama LBH Cahaya keadilan Andre kurniawan menjelaskan, ” kami dari LBH cahaya keadilan di tunjuk oleh penyidik polres pesawaran, karna sesuai pasal 56  KUHAP seseorang yang disangka atau duga dengan hukuman lima tahun keatas wajib polri memberikan pendampingan hukum” Pungkas Andri kirniawan.

Untuk diketahui sebelumnya di beritakan oleh media tugasbangsanews.com pada 21 Agustus 2020 lalu terkait ditemukannya jasad mengambang dengan kedua tangan terikat di Sungai Ledeng Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng kabupaten pesawaran.

Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke polisi dengan Laporan Polisi Nomor : LP/A-202/VIII/2020/Polda Lpg/Res Pesawaran/Sek Tegineneng tanggal 21 Agustus 2020.

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan, setelah menerima laporan, polisi langsung bergerak cepat untuk mengungkap kasus ini.

“Kerja keras petugas akhirnya membuahkan hasil. Pada Minggu (23/8/2020) Pukul 20.00 WIB, Tim Gabungan TEKAB 308 Polda Lampung, Polres Pesawaran, dan Polsek Tegineneng berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku yaitu WAH (18) warga Dusun Sidobasuki, Desa Bumi Agung dan CHAN (18) warga Dusun Bumi Rejo, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran,” kata Kapolres.

“Penangkapan bermula pada Pukul 20.00 WIB tim gabungan menuju rumah tersangka WAH yang diduga kuat sebagai pelaku, namun saat itu tersangka tidak berada di tempat. Pada Pukul 20.15 WIB tim kembali ke sana dan diperoleh informasi tersangka berada di rumah bibinya yang tidak jauh dari rumahnya,” Ungkap Vero.

Mendapat informasi tersebut, ujar Kapolres, tim bergerak cepat menuju rumah bibinya, tapi tersangka tidak ditemukan karena menjemput bibinya. Tidak lama kemudian tersangka tiba di rumah dan langsung diamankan ke Polsek Tegineneng.

“Dari hasil pengembangan, diketahui WAH tidak sendiri membunuh korban namun dibantu temannya CHAN yang langsung dubekuk di rumahnya. Kini kedua tersangka dan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Vario warna merah dengan Nomor Polisi BE  AAS diamankan ke Polsek Tegineneng guna penyidikan lebih lanjut.”jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran digegerkan penemuan sesosok mayat perempuan dengan tangan terikat mengambang di Sungai Ledeng Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, Jumat (21/8/2020) sekitar Pukul 17.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Pesawaran AKP Aris Siregar, mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, mengatakan mayat berjenis kelamin perempuan ini diketahui adalah DA (16), warga Dusun Sri Agung, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng.

Lebih lanjut Aris mengatakan, berdasarkan keterangan paman korban, keponakannya DA meninggalkan rumah pada Kamis (20/8/2020) sekitar Pukul 19.30 WIB dengan membawa hand phone.

“Pada Pukul 20.00 WIB korban ditelepon keluarganya, saat itu HP-nya aktif tapi tidak diangkat. Kemudian pada Pukul 21.30 WIB, keluarga korban kembali menghubungi melalui telepon karena korban belum juga pulang, tapi teleponnya sudah tidak aktif,” ujar AKP Aris Siregar.

Menurut Aris, pihak keluarga kemudian berusaha menghubungi teman dekat korban dan berupaya mencarinya, namun DA tidak ditemukan.

“Pada Jumat (21/8/2020) sekitar Pukul 17.00 WIB, pihak keluarga mendapat informasi tentang penemuan sesosok mayat mengambang di sungai oleh warga yang sedang memancing,” pungkasnya.

Mendapat informasi tersebut, ujar Aris, paman korban langsung mendatangi TKP dan bersama-sama warga lainnya mengangkat korban ke pinggir sungai.

Kini kasus ini ditangani Polres Pesawaran untuk penyelidikan lebih lanjut. (Dr )

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *