Pemcam Parung Libatkan dan Latih Linmas Dalam Pencegahan Covid-19

PARUNG — Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Parung, bergerak cepat mengadakan kegiatan pelatihan dan pembekalan teknis petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) dari 9 desa yang ada di kecamatan tersebut, untuk menjadi satuan tugas (Satgas) yang siap dalam ikut melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus Corona.

Camat Parung Yudi Santosa mengungkapkan, kegiatan tersebut diadakan guna melaksanakan Peraturan Bupati Bogor nomor 60 dan nomor 61 tahun 2020 tentang protokol kesehatan (Protkes) dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif serta untuk menjalankan instruksi Bupati Bogor dalam rangka melibatkan peran aktif masyarakat.

“Dari setiap desa akan direkrut 10 anggota linmas untuk dibekali edukasi tentang kesehatan, strategi melakukan edukasi Perbup Bogor 60 dan 61 serta strategi operasi dan etika penegakan disiplin protokol kesehatan,” Ungkap Yudi Santosa, Senin (12/10).

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Yudi Santosa, dirinya memberikan pengarahan yang lebih menekankan agar para petugas dapat bekerja sesuai tugasnya dan menjalankan komunikasi dan koordinasi baik ke jajaran Satgas Kecamatan, Desa hingga RW dan RT. “Di giat ini, petugas linmas juga mendapat edukasi tentang apa itu virus Corona, strategi pencegahannya dan penerapan Pola Hidup Bersih Sehat serta protokol kesehatan dan gerakan 3M dari Kepala Puskesmas Parung.” Papar Camat Parung.

Sementara Kepala Unit (Kanit) Satpol PP Kecamatan Parung Endang Darmawan menambahkan, selain mendapatkan pengarahan dari Camat Parung dan Kepala Puskesmas Parung, anggota Linmas juga diikutkan dalam simulasi sosialisasi dan simulasi operasi yustisi. “Jadi harapannya, ke depan petugas linmas akan sangat faham fungsinya sebagai satgas Covid-19,” ujar pria yang akrab disapa Jack ini.

Dia menjelaskan, sebetulnya sudah sejak awal pandemi Virus Corona berlangsung, Pemcam Parung dalam hal ini, Camat Parung telah melibatkan semua komponen di masyarakat untuk terlibat dalam penanganan Covid-19. Diantaranya dengan Ormas dan OKP, pengelola pesantren dan tempat ibadah serta pemerintah desa dan jajarannya. “Jadi kami di Parung hanya tinggal memperkuat dan memaksimalkan saja. Karena memang sudah berjalan sejak awal.” Pungkas Jack. (Rie/sto).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *