Dugaan ‘Mark-up” Pada RAB, Camat Cibinong Akan Panggil Lurah Karadenan

CIBINONG — Pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan lingkungan di wilayah RT 01 RW 01 Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong yang dilaksanakan oleh LPM setempat, yang di duga tidak sesuai RAB ditanggapi Camat Cibinong.

H.Bambang Widodo Tawekkal saat dikonfirmasi dikantornya, Rabu (07/10) berjanji untuk segera melakukan pemanggilan terhadap Lurah Karadenan untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

” Nanti kita akan cek dulu, dan saya akan panggil lurahnya untuk klarifikasi. Dan untuk kegiatan pembangunan infrastruktur di kelurahan yang dananya bersumber dari DAkel tersebut, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) nya adalah lurah yang bersangkutan,” beber Camat.

Camat juga menambahkan, Sebenarnya di kecamatan itu sudah ada tim monev yang tupoksinya memonitoring kegiatan di tiap-tiap kelurahan yang dibidangi oleh Kasie Ekbang. ” Semua kegiatan di kelurahan tersebut kan belum selesai semua dan secara administrasi belum ada laporan, nanti lah kita akan cek dan klarifikasi kebenaran informasi tersebut,” tukas Bambang.

Sebelumya media ini menulis terkait pengerjaan pembangunan infrastruktur di Kp. Kaum Pandak wilayah RT 01 RW 01 Kelurahan Karadenan, yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan diduga ada mark-up pada kegiatan tersebut.

Lurah Karadenan Hj. Eti Sunaryati yang dimintai tanggapannya membantah semua isi pemberitaan media.

Melalui pesan elektronik (WhatsApp) nya Eti dengan tegas membantah semua isi pemberitaan yang telah tayang di media ini sebelumnya.

Dirinya mengaku bahwa dia selalu memonitor kegiatan pembangunan infrastruktur tersebut. Dan dalam rapat sebelum pelaksanaan dirinya juga sudah menegaskan kepada LPM, Kasi Ekbang dan para ketua RT dan RW agar pembangunan itu harus sesuai dengan aturan dan anggaran yang turun.

” Kenapa kamu berani main beritain itu tanpa konfirmasi konfirmasi dengan saya, karena semua isi berita itu TIDAK BENAR,” bunyi pesan nya yang diterima awak media ini pada Minggu (04/10).

Mengenai tidak adanya plang kegiatan dimasing-masing titik, dirinya mengaku memaklumi hal itu, ” Mengenai spanduk pencairan termin 1, secara keseluruhan baik itu di Poskamkel ataupun dimasing-masing titik itu sudah dibuatkan atas perintah saya. Yang dititik pembangunan mungkin belum terpasang karena cuaca hujan, saya maklumi itu,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan dan pengamatan awak media ini di lokasi pembangunan, selain ditemukan tidak memasang papan kegiatan, juga diduga kuat pelaksanaannya tidak sesuai dengan aturan atau tidak mengikuti RAB yang ada.

Sebagai contoh adalah tidak dilakukannya pengurugan/pemadatan memakai sirtu (pasir batu) pada jalan sebelum di cor, dan juga diduga menggunakan bekhisting bekas pakai.

Padahal di RAB yang ada untuk kegiatan pembangunan jalan lingkungan dengan volume panjang 90m x 2,5m x 0,7m dengan total anggaran Rp.34 juta tertulis jelas item bahan untuk Sirtu aja disiapkan 20m3 dengan nilai nominal mencapai Rp.7.000.000,- dan untuk bekhisting 34 batang senilai Rp. 3.040.000,- dan untuk anggaran tukang berikut pengawas selama 3 hari kerja Rp.6.380.000, padahal pekerjaan tersebut selesai hanya dalam waktu kurang dari dua hari saja.

Untuk diketahui Dana Kelurahan yang diterima Kelurahan Karadenan sebesar Rp.305.000.000,- yang realisasinya semuanya untuk pembangunan infrastruktur di 8 titik yang sudah direncanakan. (Sto/red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *