Diduga Belum Kantongi Ijin Lengkap, Penginapan Ini Tetap Beroperasi. Warga Keluhkan Dampak Moralnya

SUKARAJA — Keberadaan Rumah Toko (Ruko) yang berubah jadi penginapan di Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja kembali di soal warga.

Pasalnya menurut warga sekitar diduga penginapan tersebut jadi ajang prostitusi terselubung.

“Kami selaku warga cukup resah dengan adanya penginapan yang ada di wilayah pemukiman kami. Pasalnya dari pantauan kami tamu-tamu hotel tersebut kebanyakan pasangan muda-mudi yang notabene belum menikah. Jadi itu sama aja penginapan itu jadi tempat mesum,” keluh warga yang minta identitasnya dirahasiakan kepada media ini, Kamis (08/10).

Dirinya menambahkan, kami tidak melarang siapapun yang mau membuka usaha di wilayah kami. Tapi tentunya mereka harus memperhatikan juga kondisi lingkungan.

“Jangan sampai mereka yang berbuat dan pengusaha menangguk untung tapi kami warga yang kena imbas dampak dari kegiatan itu secara moral dan agama,” imbuhnya.

” Selaku warga kami berharap pemerintah kabupaten bogor melalui dinas-dinas terkait bisa menanggapi keluhan masyarakat. Tegakkan aturan, jangan ada tebang pilih bagi para pelanggarnya, apalagi di masa Pandemi seperti sekarang,” tukasnya.

Sebelumnya Bangunan ruko yang berubah menjadi tempat penginapan atau hotel yang berlokasi di Desa Cijujung Rt 05 RW 01 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor tersebut tetap beroperasi kendati diduga belum melengkapi semua perijinannya.

Kepala Desa Cijujung Wahyu Ardianto sendiri mengaku dibohongi saat dimintakan tanda tangan ijin lingkungan pondok wisata penginapan tersebut.

Wahyu mengatakan, Jika awalnya dirinya tidak tahu jika ijin lingkungan yang dimintakan adalah untuk penginapan.

Karena si pengurus yang datang mengatakan itu untuk wisata anak, dan karena ijin warga dan RT RW nya sudah ada, ya saya tandatangani, kata Wahyu beberapa waktu lalu.

“Yang jelas saat saya tanya wisata apa, ngomongnya untuk wisata atau wahana bermain anak-anak (semacam perosotan tempat bermain anak-red).

Belakangan saya baru tahu kalau ternyata ruko tersebut menjadi penginapan atau hotel, dan menjadi masalah,” imbuh Wahyu.

Wahyu juga mengatakan jika pihaknya sudah pernah mendatangi lokasi dan menyurati pemiliknya, tapi tidak ada tanggapan dari pihak penginapan (Pondok Wisata Reddorz-red) tersebut.

” Kami pihak desa merasa sudah di bohongi,” ungkap Wahyu.

Sementara itu phak penginapan (reddorz-red) melalui Prim selaku Humas, mengakui terkait kelengkapan perijinan, sedang berproses. Untuk IPPT nya sendiri sudah ada, tutur Prim melalui sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Terpisah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KaSatpol-PP) Kabupaten Bogor, saat di konfirmasi, mengatakan bahwa terkait persoalan tersebut sudah dilimpahkan ke bidang PPNS.

“Iya.. sudah saya perintahkan PPNS untuk melakukan pemeriksaan,” jawab Agus melalui pesan WhatsApp nya.

Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak pol PP belum juga melakukan penindakan terhadap keberadaan penginapan yang dikeluhkan warga tersebut.

Pihak Pol PP kabupaten Bogor terkesan tak berdaya, karena pemilik penginapan tersebut diduga merupakan pejabat kepolisian aktip. (Sto/tim)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *