Diduga Beberapa Item RAB Pembangunan Infrastruktur Kelurahan Karadenan “Mark-up”

CIBINONG — Kegiatan pembangunan infrastruktur jalan di Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong Bogor yang dananya bersumber dari Dana Kelurahan (Dakel) tahun 2020 diduga pelaksanaannya tidak sesuai dengan RAB yang ada.

Hal itu terpantau pada pelaksanaan pembangunan betonisasi jalan di Kp. kaum Pandak wilayah RT 01 RW 01 yang dilaksanakan pada Jum’at malam,(02/10).
Dari pengamatan di lapangan kegiatan pembangunan jalan lingkungan dengan volume Panjang 90 meter Lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,07 meter, dengan total anggaran sebesar Rp. 34.000.000,- rupiah itu, selain tidak memasang plang kegiatan juga terindikasi terjadi Mark-up pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya.

 

Dugaan tersebut tampak pada tidak dilakukannya pemadatan memakai sirtu (pasir batu) pada jalan sebelum di cor, dan juga bekhisting yang digunakan diduga barang bekas pakai.
Padahal di RAB yang ada tertulis dengan jelas item bahan untuk Sirtu itu dianggarkan sebanyak 20 m3 (kubik) dengan nilai nominal mencapai Rp. 7.000.000,- dan untuk bekhisting 38 batang senilai Rp. 3.040.000,
Budi Akhyar selaku Ketua LPM yang dimintai tanggapannya membantah jika tidak ada pengurugan/pemadatan dengan Sirtu sebelum dilakukannya pengecoran.
Menurut Budi pengurugan/pemerataan dengan Sirtu, sudah dilakukan, bahkan sampai ke batas pengecoran diurug split terutama khusus jalan yang berlubang/tdk rata,” jawab Budi via pesan WhatsApp, Sabtu (03/10).
“Itu terakhir turun 7 kubik, selama kita ngobrol juga turun sirtu pak depan sekolah,” tambahnya.
Namun terkait hal lain yang ada di RAB Budi tidak menjelaskannya.
Sementara itu Niman selaku Kasie Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), sekaligus pengawasan dari kelurahan yang dikonfirmasi terkait Sirtu di lokasi kegiatan pada Sabtu (03/10) mengatakan tidak tahu.
” Oo..saya ga ngitung berapa kubik nya (sirtu tersebut), saya yang penting ini….saya ga tau kubik-kubikan, satu mobilnya berapa kubik saya tidak tahu,” kata Niman.
Saat dimintakan tanggapannya terkait adanya dugaan Mark-up pada RAB atau pengerjaan yang tidak sesuai dengan RAB nya, Niman menyatakan akan menyandingkan dulu dengan data yang ada, benar atau enggaknya.
” Kalau ternyata ada yang tidak sesuai, tindakan saya akan keras. Saya tidak bisa di main-mainin. Karena mohon maaf anggaran dari pemerintah buat rakyat harus transparan, harus jujur dan benar,” ucap Niman.
Beberapa fakta lain yang ditemukan awak media ini dilapangan, selain tidak adanya plang kegiatan, dan pengerasan memakai sirtu yang tidak merata, berdasarkan keterangan narasumber (warga) yang ada dilokasi mengatakan, untuk kegiatan tersebut, warga tidak dilibatkan, mereka mengaku semua pekerja yang ada bukan orang/warga setempat.
Untuk diketahui pula pengerjaan yang dijadwalkan selesai tiga hari tersebut, dengan 10 orang pekerja dan 3 orang pengawas yang masing-masing mendapatkan upah Hari Ongkos Kerja (HOK) untuk pekerja Rp. 150ribu/hari dan pengawas Rp. 210 ribu/hari. kenyataannya pekerjaan tersebut selesai dalam hanya dua hari saja.
Terpisah, Camat Cibinong Bambang W.Tawekkal ketika diminta tanggapannya menyatakan, “mau dicek dulu om, silakan konfirmasi juga ke lurahnya,” singkat Bambang via chat WhatsApp. (Sto)

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *