Sengketa Lahan Garapan Berhasil Dimediasi Kades Resmitingal, Kuasa Hukum Siap Gugat AR Selanjutnya

KAB. BANDUNG — Mediasi persengketaan tanah garapan yang difasilitasi Kades Resmitingal (OMA ROHMA) sesuai permohonan, terkait masalah oper garap lahan milik Negara, antara pihak keluarga Ahli Waris Entin Aliyatin almrh, (penggarap lama), dengan Ade Koko (pengarap selanjutnya), terlaksana di kantor desa Resmitingal Kec. Kertasari Kab. Bandung, pada Kamis 01/10/2020. Jam 09:00 WIB.

Tampak hadir dalam acara mediasi, Pihak I , OKKY SETIAWAN dan keluarga, SUSI RITA RAHAYU, INEU ROSYANA, IRSAN HARTADI, INDRA GUNAWAN, IKBAL GINANJAR, didampingi Kuasa Hukum R. HERMAWANSYAH, SH dan Stafnya Y. ADJIE MND, sementara pihak ke II ADE KOKO dan putranya NURDIN SALIM. serta OMA ROHMA Kades Resmitingal) sebagai fasilitator.

Sebagai subtansi bahasan yang dimediasikan adalah, lahan garapan keluarga Entin (almrh) yang telah puluhan tahun menggarap turun temurun, dilahan Blok Penclut seluas 5.820 m2, yang rencananya mau dioper garap Ade Koko, di lokasi wilayah desa Resmitingal Kec. Kertasari Kab. Bandung.

Oper garap lahan dari Entin(almrh) kepada Ade Koko, yang disepakati sebelumnya akan dibayar Rp. 700 juta kepada Entin, dengan persetujuan keluarga, baru titip uang Rp. 420 juta, dan sisa yang belum dibayar Ade Koko Rp. 280 juta (Thn 2017), belum lunas hingga kini (Thn 2020).

Dalam proses pembahasan mediasi menghasilkan Nota Kesepakatan sebagai “ISLAH” musyawarah kekeluargaan antara kedua belah pihak.

Pihak Ade Koko bersedia men-split tanah garapan bagiannya, sesuai dengan uang titipan Rp. 420 juta yang telah diterima pihak Entin Aliyatin ditahun 2017, semasa masih hidup, dan tidak akan membayar uang sisanya Rp. 280 juta.

Selain itu, kedua belah pihak sepakat bahwa, “Oper Garap Lahan” dianggap belum pernah terjadi, dan tentang posisi penguasaan lahan dikembalikan ke kondisi semula.

Hal itu sesuai dengan salah satu opsih tuntutan diluar jalur hukum, yakni sebagai ikhtiar musyawarah kekeluargaan, yang diajukan kuasa hukum Hermawansyah, SH mewakili Ahli Waris kepada pihak Ade Koko.

Sebagai solusi bersama secara kekeluargaan, dimana hasil musyawarah dicatat dalam “BERITA ACARA” Nota Kesepakatan yang ditandatangani diatas materai cukup oleh pihak pihak terkait didalamnya.

Didapat kesepahaman kedua belah pihak bahwa, “Miss Komunikasi” serta adanya Penyerobot Lahan pihak ketiga, adalah akar adanya masalah persengketaan menahun, sehingga hal yang memperkeruh persengketaan soal tanah garapan diketahui, terbongkar dan mengkerucut” ungkap kedua belah pihak yang dicatat Tim Media.

Dalam pantauan Tim Media, awal pembicaraan mediasi yang terkesan tegang sebelumnya, mencair saling memaklumi dan terbangun islah, serta masing-masing menyadari untuk membuka kembali komunikasi dan silaturahmi yang hampir 3 tahun mandeg.

Perlu diketahui bahwasanya, dalam alasan yang diungkapkan Ade Koko, tentang adanya pihak penyerobot lahan garapan (pihak ketiga) berinisial AR, yang mengaku memiliki “Surat Hibah Atas Lahan Garapan” menjadi kendala tersendatnya urusan penyelesaian uang sisa Rp. 280 juta kepada Ahli Waris Entin Aliyatin.

“Saya dan keluarga kehabisan waktu dan pembiyaan, serta kena intimidasi pihak ketiga, serta belum pernah merasakan menggarap lahan yang dioper garap selama ini, saya berjuang sendiri mengatasinya” ucap keluh kesah Ade Koko pada Hermawansyah SH dan didengar semua.

Diakhir, Hermawansyah, SH menjamin, tidak akan melanjutkan gugatan ke LP Polda Jabar dari Pihak Okky Setiawan kepada Ade Koko, tentang dugaan adanya “Pemalsuan Dokumen” yang telah dilakukan, setelah kesepatan kedua belah pihak didapat, dan tuntutan dianggap selesai.

Hal khusus untuk membongkar dan menggugat penyerobot lahan garapan pihak ketiga (AR) yang disangkakan Ade Koko, dimana Ade Koko mau juga memberikan Kuasa Hukumnya kepada Hermawansyah SH, maka hak memberikan “SOMASI & GUGATAN HUKUM” kepada AR tersebut, menjadi urusan Kuasa Hukum (R. Hermawansyah, SH & Rekan) selanjutnya.

Pada sesi penutup, Hermawansyah SH atas nama keluarga Ahli Waris keluarga Entin Aliyatin menyampaikan.

“Kami Ucapkan terima kasih atas respon serta kesedian Bpk. Kades Resmitingal, yang telah memberi ruang dan waktu memfasilitasi acara mediasi kami” ucapnya sebagai apresiasi kepada Kades Resmitingal.

Ucapan syukur dan doa terucap Kades Oma Rohma, atas suksesnya Acara Mediasi yang dia fasilitasi.

“Semoga segala sesuatu yang dihasilkan dalam mediasi ini, merupakan penyelesaian perselisihan lahan kedua belah pihak, secara kekeluargaan yang diridhoi Allah, serta saya atas nama kepala desa Resmitingal, mohon maaf bila fasilitas yang kami sediakan kurang memadai” pungkas Oma Rohma dalam penutupan Acara Mediasi.(Ydk/Krn – Lipsus Biro Kab. Bandung)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *