Diduga Realisasi Dakel di Kelurahan Karadenan Tidak Sesuai RAB

CIBINONG — Kegiatan pembangunan infrastruktur jalan dilingkungan yang dananya bersumber dari Dana Kelurahan (Dakel) tahun 2020 di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor diduga tidak sesuai dengan RAB.

Berdasarkan pantauan media ini di lokasi pembangunan yakni di Kampung Kaum Pandak wilayah RT 01 RW 01 dengan volume Panjang 90 meter Lebar 2,5 meter dan ketebalan 0,07 meter tidak adanya pemasangan plang papan kegiatan, Jum’at (02/10)

Ketua LPM Kelurahan Karadenan Budi Akhyar yang dikonfirmasi di lokasi pembangunan mengatakan, terkait proyek pembangunan infrastruktur tersebut pihaknya sudah melibatkan semua unsur yang ada, mulai dari warga setempat, RT, RW, karang taruna, Babinkantibmas dan Babinsa kelurahan, ucapnya.

Ditempat yang sama, Niman selaku Kasie Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) kelurahan yang turut mengawasi pelaksanaan kegiatan, kepada media ini menjelaskan bahwa, terkait tidak adanya plang kegiatan, memang belum sempat dipasang, namun untuk keterbukaan informasi publik, pihak kelurahan sudah memasang banner kegiatan di kantor, RT RW dipersilahkan untuk mengambil gambar agar disebar luaskan kepada masyarakat.

“Karena Dakel di kelurahan Karadenan ini cairnya di akhir dan harus segera direalisasikan, maka untuk plang kegiatan belum sempat kita pasang, namun akan secepatnya kita pasang, mungkin besok/Minggu sudah kita pasang kok,” ucap Niman.

Niman juga menambahkan, terkait pelaksanaan kegiatan ini semuanya dikelola oleh LPM, “Terus terang aja, untuk kegiatan ini saya serahkan kepada LPM. Silahkan laksanakan, kelola dengan baik dengan benar, jujur dan transparan sesuai dengan aturan yang ada dan anggaran yang dikasih. Karena apa? Inikan uang pemerintah, uang rakyat untuk pembangunan infrastruktur bagi masyarakat,” Imbuhnya.

Keterangan : gambar/kondisi jalan sebelum dilakukan pengecoran / betonisasi (photo/sto)

Namun sayangnya dari pantauan dan pengamatan awak media ini di lokasi pembangunan, faktanya selain ditemukan tidak memasang papan kegiatan, juga diduga kuat pelaksanaannya tidak sesuai dengan aturan atau tidak mengikuti RAB yang ada.

Sebagai contoh adalah tidak dilakukannya pengurugan/pemadatan memakai sirtu (pasir batu) pada jalan sebelum di cor, dan juga diduga menggunakan bekhisting bekas pakai.

Keterangan: Gambar RAB pada Kegiatan betonisasi jalan lingkungan di Kp.Kaum Pandak RT 01/01. (Photo/dokTb)

Padahal di RAB yang ada tertulis dengan jelas item – item bahan apa saja yang mesti disiapkan, diantaranya untuk Sirtu sebanyak 20 m3 (meter kubik) dengan nilai nominal mencapai Rp. 7.000.000,- dan untuk bekhisting 38 batang senilai Rp. 3.040.000,-

Untuk diketahui Dana Kelurahan yang diterima Kelurahan Karadenan sebesar Rp.305.000.000,- yang realisasinya semuanya untuk pembangunan infrastruktur di 8 titik yang sudah direncanakan. (Sto)

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *