Tanah Yang Dikuasai Pihak Penyerobot  Digugat Ahli Waris

KAB. BANDUNG BARAT — Puluhan tahun dikuasainya lahan milik Ahli Waris “SUKATMA RIBING” (Alm), keturunan Adiasan – Murnasih (Alm/Almrh), di 3 Lokasi Desa (Desa Citatah, Mandalawangi, Rajamandala) Kec. Cipatat Kab. Bandung Barat, yang dikuasai tanpa hak menurut “Catatan Silsilah”, kini digugat para Ahli Waris sah. 

Melalui Kuasa Ahli Waris ke Layanan Konsultan Hukum “HUMANITY LAW FIRM” (Rangga SH, Hermawansyah SH & Rekan), Firma Hukum yang berkantor di Cimaung Kab. Bandung, Jawa Barat.

Tim Media dalam hal ini, mendapat keterangan “Kronologis” langsung, lewat wawancara khusus dengan pihak Ahli Waris yang didampingi Kuasa Hukumnya, di rumah Cikadu Cipatat, pada kemarin Jum’at 25/09/2020.

Sementara Rangga R. Alfaritsy SH (Kuasa Hukum), dalam paparan hasil Investigasi dan mediasi langsungnya ke keluarga penguasa titik – titik Objek menjelaskan.

Dicatat keterangan, paparan Kronologis serta hasil mediasi kekeluargaan yang telah dilakukan Team Kuasa Hukum Ahli Waris (Rangga Raya Alfaritsy SH), dengan para pihak keluarga penguasa lahan.

“Saya Rangga Raya Alfaritsy SH, sebagai kuasa hukum dari Ahli Waris keluarga Bapak Sukatma Ribing (alm) ” ucap perkenalannya pada Tim Media saat diwawancarai.

“Dalam kasus ini, kami patut menduga bahwa, telah terjadi penyerobotan tanah ataupun pemalsuan dokumen, yang dilakukan oleh Keluarga besar Ibu Hj. HMH ( almrh ) yang mana diwakili oleh adik-adik serta anak angkat, yang menguasai aset daripada warisan sepeninggalan Bpk. Sukatma Ribing” ungkapnya.

“Objek lahan yang seharusnya milik Ahli Waris Sukatma Ribing (alm), sampai hari ini dikuasai penuh oleh pihak keluarga Ibu ET (inisial) beserta adik adik dan saudaranya” ungkapnya pula.

“Kami selaku Kuasa Hukum ahli waris yang sah, melalui beberapa kali mediasi telah melakukan upaya-upaya kekeluargaan. Namun keluarga Ibu ET, sampai dengan hari ini masih tetap pada pendiriannya” Papar Rangga SH.

“Dan berdasarkan alas bukti sertipikat yang dimiliki Ahli Waris, serta respon peran mediasi keluarga penguasa lahan, yang cenderung tertutup, maka kemungkinan perkara ini akan kami bawa ke ranah hukum” tegas Rangga SH.

Sementara, hasil analisa hukum awal menurut Kuasa Hukum, R Hermawansyah SH, dijelaskan.

“Penguasan objek tanpa dasar hukum/Hak selama berpuluh-puluh tahun, jelas sangat merugikan, hal tersebut sudah memenuhi syarat merupakan perbuatan Pidana” ungkap Hermawansyah SH.

“Dalam analisa gelar parkara, didapat bahwa, Ahli Waris punya Sertipikat sebagai alas bukti kepemilikan, jelas ini bisa diajukan ‘GUGATAN” perdata melalui Pengadilan Negeri, maupun Laporan Pidana (LP) ke Polda Jabar, dengan dasar hukum “PENGUASAAN LAHAN TANPA HAK” tegas Hermawansyah SH.

Disisi lain, pihak Ahli Waris, Dedy dan Ali, saat diwawancarai Tim Media mengatakan bahwa, “Kami sekeluarga besar Ahli Waris, dalam rangka memperjuangkan keadilan hukum hak hak kami, percaya, menyerahkan dan menguasakan sepenuhnya kepada, Pak Rangga SH dan rekan – rekannya” ungkap keduanya.

Sementara saat Tim Media didampingi Kuasa Hukum berkunjung ke rumah OP maupun ES (inisial), orang – orang yang menguasai lahan, tidak ada ditempat, dan permohonan untuk bertemu, serta konfirmasi kedatangan telah disampaikan pada putranya lewat telpon chat Whatsapp, pada Jum’at siang 25/09/2020.

Diakhir, diperoleh keterangan dari hasil Rapat Gelar Perkara sesuai investigasi dan survey ke objek lahan, serta mendiskusikan upaya hukum selanjutnya, Jumat malam, 25/02/2020.

Dipimpin oleh Drs, Fachrudin S.Pd (Pembina Humanity Law Firm), R. Hermawansyah SH, dan Rangga R. Alfaritsy SH (Penanggungjawab kasus), diputuskan akan dibuatkan “Surat Somasi” ke pihak pihak penguasa lahan terkait, juga akan mendaftarkan kasus Perdata ke PN Bale Bandung, di catatan Progress mulai hari Senin (28/09) (Ydk/Krn/Kswd)

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *