AA Maung Kritisi Kang Emil, Terkait Hadiah Pada Video Iklan “Odading Mang Oleh”

JAWA BARAT — Pengamat Pendidikan yang juga sebagai Pengamat Budaya Tatar Sunda, Asep B Kurnia yang akrab disapa “AA Maung”, mengkritisi sisi lain dari Video Viral berisi Iklan “ODADING MANG OLEH”, di Bandung, Kamis 17/09/2020.

Kritikan tajam dilontarkan AA Maung kepada Kang Emil (Gubernur Jabar), terkait atas “Hadiah” yang diberikannya pada Video Iklan “ODADING MANG OLEH”, yang menurutnya terlalu berlebihan dan di besar – besarkan.

“Memang itu adalah video spontan dari warga, tetapi tidak usah dibesar-besarkan, memang lucu tapi dinilai dari segi bahasanya yang disampaikan cenderung kasar kaya bahasa binatang” ungkap AA Maung.

“Yang saya khawatirkan bahwa, dengan diberinya penghargaan atau “HADIAH” sama Kang Emil, nanti disalah persepsikan bahwa itu adalah hal yang baik” Kritik AA Maung.

“Saya takutkan, bila nantinya gaya bahasa seperti itu, akan mempengaruhi anak-anak generasi masa depan, terutama yang melihatnya bahwa, bahasa seperti itu seolah – olah bagus dan trend, padahal menurut saya pribadi, agak miris untuk didengarnya dengan keluarnya bahasa-bahasa binatang” ungkap dia jelaskan alasannya.

“Sebagai pemerhati pendidikan, saya justru sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh Kang Emil, bahwa itu adalah tindakan seolah-olah dibenarkan tapi dari segi kacamata pendidikan kurang baik” ungkap AA pula.

Saat AA Maung ditanya Tim Media, akan masukan dan alasan pada hal yang dikritisinya?

“Sebagai Kepala Daerah, seharusnya bisa lebih menimbang- nimbang dulu untuk memberikan suatu penghargaan atau hadiah, meskipun itu hal yang membuat booming menjual dan lucu, tetapi dari segi aspek-aspek pendidikan dan budayanya bisa lebih dipertimbangkan” Jawabnya sebagai masukan.

“Mungkin benar itu membuat dagangan laku, tapi saya pribadi selaku orang sunda, selaku orang Jawa Barat sangat prihatin, karena hal demikian jangan dianggap sebagai kebiasaan yang benar” jawab AA pula.

“Khawatir nanti akan ditiru oleh anak-anak kita, terutama dalam hal bahasanya, karena saya sebagai orang tua, tentu etika dalam berkomunikasi dan berbahasa dalam mengungkapkan sesuatu itu harus lebih dipertimbangkan jangan asal-asalan” jawabnya menambahkan.

Alasan AA Maung selanjutnya.

“Apalagi hal seperti itu, ucapan kasar seperti itu, gaya penyampain seperti yg kita lihat dan dengar begitu, malah mendapat dukungan dari pemangku jabatan, miris saya rasa” pungkas AA Maung. (Ydk)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *