Sosialisasi Penyampaian Kompensasi Jalur SUTET Proyek PLN Di Bandung Selatan

KAB. BANDUNG — Sosialisasi penyampaian nilai “KOMPENSASI” jalur kabel SUTET Proyek PT PLN (Persero), kepada masyarakat penerima yang lahannya terlewati jalur kabel SUTET, di 6 Desa wilayah Kec. Cimaung, yakni Desa Cikalong, Mekarsari, Cipinang, Cimaung, Pasirhuni dan Jagabaya, telah berjalan baik dan selesai pada, Rabu 16/09/2020.

Undangan sosialisasi ini, bersipat terbuka sebagai bentuk transfaransi, atas prakarsa dari pihak PT. PLN (Persero), yang memohon kepada pihak Pemerintahan Desa untuk memfasilitasi, dan mengundang masyarakat terkait, yang lahannya terkena jalur kabel SUTET di wilayah desa masing- masing.

Dalam Sosialisasi kali ini, dari pihak PT. PLN mendatangkan Appraisal (Penaksiran nilai Properti), Kejaksaan Tinggi Jabar, pihak Bank BRI, dan didukung Muspika Cimaung, Kepala Desa, BPD, Tokmas dan elemen masyarakat berkepentingan lainnya.

Tercatat hadir dalam Acara Sosialisasi, mewakili dari pihak PT. PLN (Dicky), Kejaksaan Tinggi Jabar (Rosmiati), Appraisal dan Bank BRI Jabar (Ari & Satria), sementara dari Muspika Cimaung, hadir Camat Cimaung (Kasta Adiguna), Kapolsek (Iptu Joko Prihatin SH). Danramil (Kapten Infantri Dedi Rusyana), juga pihak Kepala Desa, BPD dan unsur berkepentingan lainnya skup wilayah Kec. Cimaung Kab. Bandung.

Penjelasan penting yang disampaikan Pihak PT. PLN (Persero) kepada masyarakat calon penerima Kompensasi.

Setiap calon penerima kompensasi akan menerima form (R), hasil penilaian Kompensasi yang dikeluarkan oleh Team Appraisal, yang tertera gambar bidang, photo lokasi tanah dan tanaman atau bangunan, dan disitu ada nilai Kompensasinya dan ada penandatanganan berkas pemberian Kompensasi, yang selanjutnya akan dilakukan pembuatan buku rekening dengan pihak Bank BRI.

Dijelaskan pula bahwa, sosialisasi yang telah dilakukan pihak PT. PLN (Persero) di desa – desa yang lain seperti itu, karena dalam pemberian kompensasi ini merupakan kewajiban Pihak PT. PLN untuk menyampaikan, dan segala keputusannya kembali kepada pihak Calon Penerima, dan penyampaian nilai tersebut bersifat Personal.

Penjelasan khusus dari Pihak Kejaksaan Tinggi Jabar (Rosmiati), yang perlu dicatat dan difahami masyarakat seumumnya.

Permasalahan Kompensasi sudah ada aturan dan etikanya, yaitu ada aturan berupa undang-undang yang harus dilaksanakan oleh PLN sebagai pelaksana pembangunan sebagai kepanjang tanganan Pemerintah,

Khusus untuk penambahan daya listrik di wilayah Jawa dan Bali, dilaksanakan berdasarkan peraturan Menteri SDM no. 2 tahun 2018, tentang kompensasi atas tanah, bangunan dan tanaman yang berada dibawah ruang bebas jaringan tenaga listrik, akan mendapatkan kompensasi.

Kompensasi itu hanya diberikan 4 kali. Satu kali, masing-masing pemilik tanah, bangunan dan tanaman itu masing-masing individu tergantung dari kepemilikannya, tergantung dari berapa, antara pihak penerima yang satu dengan yang lainnya berbeda.

Semua aturannya disampaikan oleh Tim Penilai (Appraisal), dan dalam hal ini, Pihak PLN tidak ikut campur dalam pemberian penilaian, semua itu diserahkan kepada Tim Appraisal.

Nilai Kompensasi tidak bisa tawar menawar, karena sifatnya kompensasi bukan ganti rugi, dan kepemilikan tanah dan bangunan masih milik penerima Kompensasi, tidak berpindah tangan, dan pihak KEJATI JABAR dalam rangka mendampingi atau mengawasi mekanisme PLN dalam menyampaikan kompensasi itu.

Sementara Informasi terpenting dari pihak Muspika Cimaung yang dicatat Tim Media, baik dari Camat, Kapolsek dan Danramil Cimaung disampaikan pesan, informasi dan amanatnya kepada masyarakat Cimaung, dapat disimpulkan.

Bahwa, Bela Negara dan Bangsa itu bukan saja harus berperang, dalam hal menyambut, mendukung dan mengelola berjalannya Proyek Nasional dengan baik, termasuk peran serta masyarakat Cimaung pada pembangunan Proyek Strategi Nasional pembangunan Proyek SUTET yang dilaksanakan PT. PLN ini, juga menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, serta merelakan lahannya yang dipergunakan demi kepentingan umum, menjadi salah satu didalamnya.

Tim Liputan Media, mencatat rangkuman tanggapan dan harapan dari para Kepala Desa (lingkup 6 Kades) pada Acara Sosialisasi, disimpulkan kesamaan respon positifnya.

“Karena ini merupakan Program Nasional, pada prinsipnya Pemdes harus ikut berperan demi kelancaran program ini, dengan harapan semoga pembangunan proyek ini membawa kesejahteraan untuk masyarakat kami, dimana adanya keterlibatan masyarakat sekitar didalam pelaksanaan pembangunannya” ungkap kesamaan respon para Kades.

Report Pantauan Liputan Langsung Tim Media pada pelaksanaan Sosialisasi tersebut, telah berjalan dengan aman, lancar dan baik, wujud kerjasama tertata dari semua pihak terkait, selain mendapat pengganti transport cukup, Acara Sosialisasi yang dilaksanakan Pihak PT. PLN yang didukung Mupika dan Pemdes ini, dinilai telah mengikuti anjuran Protokol Kesehatan yang diintruksikan Pemerintah pada sikon AKB saat ini.

Reporter : (Yudika Adjie)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *