Bupati Kunjungi Korban Asusila dan Kembali Serahkan Bantuan Pondok Pesantren

TANGGAMUS — Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani kembali melakukan kunjungan Korban Asusila pekon Sukajadi kecamatan Pugung serta silaturahmi sekaligus memberikan bantuan kepada dua Pondok Pesantren (Ponpes) di dua Kecamatan,Jum’at 11 september 2020.

Turut mendampingi Bupati, Staf Ahli Bupati Firman Ranie, Anggota DPRD Tanggamus Wahyu, Kepala OPD PP,PA Edison,Ketua PKK Sri Nila Wati Syafi’i,Ketua Dekaranasda Nuraini Lubis, Kabag Kesra Arpin, Kabag protokol Riens Abdul Kadir serta Camat/Uspika setempat.

Adapun Ponpes yang dikunjungi Bupati yakni Ponpes Alpalah Pekon Gunung Kasih Kecamatan Pugung dan Ponpes Sikatur Halimin Pekon Banjar Masin Kecamatan Bulok.

Bupari Hj.Dewi Handajani dalam.wawancaranya kepada awak media bahwa kami mengunjungi korban asusila yang ada di pekon sukajadi pugung menyampaikan rasa prihatin kami kepada korban dari pada perbuatan asusila yaitu ananda ayu yang berumur 24 tahun, dan kami memberikan semangat dalam menghadapi ujian ini dan tentunya kami akan mengambil langkah-langkah untuk memberikan bantuan dan juga support kepada korban dan keluarganya, serta pelakunya akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,”terang bunda dewi.

Selesai mengunjungi korban asusila rombongan melanjutkan kunjungan kedua pondok yang ada di dua kecamatan yakni kecamatan pugung dan kecamatan bulok, kunjungan ini dilakukan adalah untuk bersilaturahmi dan untuk mengenal secara langsung kondisi dan keadaan pondok pesantren yang dikunjungi, serta sekaligus memberikan bantuan kepada Ponpes yang ada di Kabupaten Tanggamus, sesuai prosedur serta persyaratan yang ada.

“Bantuan ini kami berikan berdasarkan jumlah santriawan dan santriwati yang ada, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Saat ini ada 25 pondok pesantren yang akan diberikan bantuan. Saya berharap bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” kata Bupati.

Selain itu Bupati mengajak para pengasuh dan santri pondok pesantren, dalam masa pandemi Covid-19, senantiasa melakukan pencegahan agar Covid 19 tidak menyebar di Kabupaten Tanggamus.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan keinginannya, agar di setiap pondok pesantren tersedia sarana dan prasarana kebersihan yang layak dan memadai, agar dapat menjalankan pola hidup bersih dan sehat, seperti MCK (Mandi Cuci Kakus) atau hal-hal yang bermanfaat lainnya.

Bupati juga berharap melalui bantuan yang diberikan dapat meningkatkan motivasi para pengasuh dan santri dalam menjalankan aktivitasnya, untuk mewujudkan Kabupaten Tanggamus yang agamis.

“Adapun jumlah bantuan yang diberikan adalah dengan menghitung jumlah santri per pondok dikali 200 ribu Rupiah per santri. Sedangkan untuk distribusinya, akan ditransfer ke rekening pondok masing-masing,”tutup Bunda Dewi. (Red)

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *