Bina Mental Prajurit, Korem 061/SK Gelar Kegiatan Safari Bintal

BOGOR — Dalam rangka upaya pembinaan mental Prajurit dan PNS, Korem 061/Sk menyelenggarakan kegiatan Safari Bintaldam III/Slw di baloai Suryakancana Rabu 26 Agustus 2020.

Acara diawali dengan Sambutan Danrem 061/Sk yang dibacakan oleh Kasipers Kasrem Kolonel Arm Erdi Ekawidjajanto Arif, S.I.P, yang isinya antara lain adalah bahwa Pembinaan Mental bagi Prajurit dan PNS dijajaran Korem 061/Sk di upayakan untuk memelihara dan meningkatkan kondisi mental kejiwaan agar memiliki ketahanan mental yang handal dalam mendukung pelaksanaan tugas yang berlandaskan kepada Agama, Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang oriented golnya adalah menjadikan Prajurit dan PNS yang Beriman dan Bertaqwa serta berakhlak mulia, pantang menyerah dan manunggal dengan Rakyat.

Sementara Ceramah safari Bintal disampaikan oleh Waka Bintaldam III/Slw Letnan Kolonel Inf Dasam, S.Ag dengan judul materi ceramahnya Rumah Tangga Yang Harmonis.
Ditengan situasi dan kondisi sekarang ini memang sangat tepat bila sang Lertkol menyampaikan materi tersebut, sebab situasi pandemi covid-19 ini banyak mempengaruhi pola hidup masyarakat teruma rumah tangga, mulai dari urusan ekonomi sampai maslah moralitas dan perilaku dalam kehidupan rumah tangga. Salah satu dampak dari pengaruh pandemi covid-19 ini adalah masalah PHK, pengangguran dan yang lainnya yang berpengaruh pada penghasilan dalam rumah tangga sehingga berakibat terjadinya pertengkaran antara suami isteri bahkan tidak menutup kemungkinan berujung pada perceraian.
Dengan penuh kepiawaian Wabintaldam III/Slw menyampaikan kembali makna dari suatu Rumah Tangga yang sebelumnya diawali dengan Pernikahan, yang mana Wakabiontaldam mengutup ayat Alqur’an Surah Arru ayat 21 yang artinya “Dan diantara tanda-tanda kebesaran Allah adalah diciptakan isteri-isteri kamu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tentram dan dijadikan diantara kamu cinta dan kasih sayang, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tandsa-tanda bagi kaum yang berfikir’.

Lebih lanjut Wakabintaldam III/Slw tersebut mengatakan bahwa problematika keluarga itu bisa terjadi akibat Krisis Ekonomi, krisis kepercayaan, krisis hati,
krisis mertua, KDRT dan lain sebagainya.

Untuk menyikapi masalah ini maka antara suami isteri harus melakukan hal-hal yang sangat fundamental seperti adanya ketaatan, kejujuran, memelihara hak dan kewajiban, suami dan isteri ibarat pakaian, adanya keadilan, sehat ekonomi serta adanya komunikasi yang baik antara suami isteri dikala ada permasalahan.
Diakhir acara para Prajurirt dan PNS yang hadir disuguhi lagu yang menyejukan hati yaitu Astagfirullah robbal baroya, Astagfirullah minal khotoya. (Sto)

5 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *