Diduga Mencemari Lingkungan (B3) Sudah Bertahun tahun,Industri Pabrik Batik didesa Lumpang Parung Panjang Bogor.

Bogor – tugasbangsa.news.com
Industri batik kav 11 Desa lumpang RT 02 RW 03, Kecamatan Parung Panjang, Bogor jawa barat, di duga tidak mengindahkan peraturan yang berlaku di Indonesia, sebagaimana di ketahui bahwa tempat (Pabrik) Produksi batik menghasilkan limbah bahan yang sangat berbahaya yang biasa di sebut limbah B3, sangat berbahaya bagi kesehatan masayarak yang bermukim di sekitar wilayah tersebut.

Industri batik ini juga menggunakan bahan bahan berbahaya dalam pengunaan campuran untuk membuat pewarna dalam pewarna batik. Beberapa bahan berbahaya yang di gunakan dalam campurannya adalah

Nitrit acid Berbagai dampak negatif nitrit terhadap kesehatan manusia telah banyak dilaporkan. Kelebihan nitrit dalam darah mampu menyebabkan terjadinya defisiensi oksigen akibat pembentukan methemoglobin sehingga menyebabkan sindrom blue-baby pada bayi
Soda api / soda kostik. Kontak langsung dengan air soda api dapat menyebabkan sensasi terbakar dan pembengkakan di mata dan kulit. Efek soda api pada kesehatan juga bisa sangat menghancurkan apabila tertelan, karena akan menyebabkan luka bakar kimiawi hingga luka pada usus besar, dan bahkan kematian.
Air keras Air keras merupakan larutan asam kuat yang pekat.
Air keras, terdiri dari beberapa jenis, misalnya asam sulfat atau H2SO4, asam klorida atau HCL, dan asam fosfat H3PO4.
Pada dasarnya, semua jenis air keras bisa menyebabkan luka bakar.
Saat kita tak sengaja menyentuh air keras, misalnya, kulit tangan kita tentu akan terbakar.
Bahkan saat kita tak sengaja menghirupnya, hal tersebut akan menyebabkan erosi gigi dan iritasi saluran pernapasan.
Meminum air keras juga dapat membakar mulut dan tenggorokan bahkan mengakibatkan lubang di perut.
Bila bagian mata yang terkena, efeknya adalah luka bakar, mata bengkak, nyeri, dan penglihatan kabur.
Kita juga bisa mengalami kebutaan saat mata kita terpapar larutan air keras yang cukup banyak.
Efek dari limbah B3 bisa menyebkan bermacam macam penyakit di antaranya sesak nafas, gatal gatal hingga penyakit kronis, cancer paru paru, di sinilah perlu kehati hatian dalam mengelolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) agar masyarakat tidak jadi korban, dari para pengusaha yang tidak mengindahkan aturan yang berlaku di Indonesia.

Pantauan awak media, koran wantara, Penajournalis, dan Lensa Peristiwa, tugas bangsa di lapangan Jumat 24-07-2020, menemukan aliran limbah Yg di hasilkan pabrik tersebut di buang/di alirkan ke sungai, yg tidak jauh dari lokasi pabrik, sehingga sungai tersebut mengeluarkan bau tidak sedap/busuk, dan berwarna kehitaman.

Menurut salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya, sebut saja HS, mengatakan “sekarang air sungai sudah tidak bisa lagi di gunakan untuk warga di sekitar sini pak, karena adanya pabrik batik itu, buat mandi aja kita langsung gatal gatal, apa lagi untuk di konsumsi bisa bisa langsung kena diare”, keluhnya kepada awak media.

Sebagaimana di ketahui setiap usaha terkait dengan limbah B3 di wajibkan untuk perlindungan pengelolaan lingkungan hidup (PPLH) terlebih dahulu, karena sifat limbah B3 sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan hidup, maka pengelolaan limbah B3 wajib di lakukan dengan pendekatan prinsip ke hati-hatian melalui penerapan Instrumen Perizinan, Pengumpulan dan Pengangkutan harus di atur dengan baik.

Selain itu tidak mungkin suatu usaha yang menghasilkan limbah B3 dapat di lakukan sebelum mendapat izin lingkungan dan izin PPLH karena kedua izin tersebut merupakan persyaratan untuk memperoleh izin usaha, atau kegiatan sebagaimana di amanatkan dalam pasal 40 ayat satu (1) UU PLH dan peraturan pemerintah nomor 27/2012 tentang izin lingkungan.

Setiap orang yang menghasilkan limbah B3, dan tidak melakukan pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 59, maka pelaku terancam dengan pidana penjara paling singkat satu (1) Tahun dan paling lama tiga (3)Tahun dan denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupaih) dan paling banyak Rp 3.000.000.000’00 ( tiga milyar rupiah).

Salah satu pemerhati lingkungan AM. Arieful.ZA.SE Mengatakan kepada awak media Jumat 23-07-2020, Dampak dari limbah bahan berbahaya dan beracun yang biasa di sebut Limbah B3, dampaknya sangat luar biasa untuk lingkungan maupun untuk masyarakat yg bermukim di sekitaran wilayah pabrik tersebut jangka pendeknya bisa langsung di rasakan mulai dari cancer kulit, hingga Cancer paru paru untuk jangka panjangnya, ini sangat merusak lingkungan dan generasi penerus kita, bagaimna mau hidup secara sehat, sedangakan wilayahnya sudah tercemari limbah B3, kegiatan yang dapat merusak kelangsungan hidup bagi masyarakat, harus di tindak tegas, dalam waktu dekat saya akan ke satpol PP kabupaten Bogor, dan dinas lingkungan hidup (DLH), kalau perlu saya akan kirim surat ke Bupati Bogor” tegasnya.

(TIM)

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *