KPK Jabar Setda Metro Bekasi, Ambil Inisiatif Mediasi Sengketa Lahan Di Desa Jayasakti

KAB. BEKASI — Sengketa lahan garapan HGU milik Perhutani, peruntukan garapan Veteran Pejuang, antara keluarga ahli waris (Mutih) dan penggarap sebelumnya (Amar), mulai ada titik temu setelah KPK Jabar Setda Metro Bekasi ambil inisiatif menyurati kepala desa, agar memediasi pertemuan dua pihak terkait.

Tempat kejadian adanya sengketa lahan tersebut, tepatnya di Desa Jayasakti Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi Utara, dimana pihak keluarga Veteran, Mutih, sudah 3 tahunan merasa sangat susah menemui Keluarga penggarap (Amar) sebelumnya.

Untuk menelusuri permasalahan tersebut, Tim Media secara khusus mewawancarai jajaran pengurus KPK Jabar Setda Metro Bekasi, yang dalam permasalahan ini bertindak sebagai yang diberi Kuasa oleh Mutih (keluarga Veteran), untuk memediasi solusikan permasalahan lahan dengan penggarap sebelumnya.

Kepada Tim Media, Ketua KPK Jabar Setda Metro Bekasi (Oni SE) diwakili Wakil (Adi Sumardi) dan Sekum (Ranto Suhendrik) menjelaskan gamblang.

“Bpk Mutih datang ke kantor kami dan mengadu, minta bantuan yang tanahnya di urus sama bujangnya (penggarap) Amar, untuk meminta menunjukkan batas-batas tanah yang digarap Amar” papar Adi Sumardi Wakil Setda mengawali.

“Pak Amar sangat susah untuk ditemui dirumahnya, dan kami sudah dua kali juga datang baik baik ke kantor desa Jayasakti, tapi belum bisa bertemu juga sama pak Amar ini” jelasnya.

“Kami atas nama Lembaga KPK Jabar Setda Metro Bekasi, sengaja melayangkan surat resmi, dimana surat pertama kami tidak ada respon, maka kami kirim surat yang ke dua, dan alhamdulillah surat ke 2 ini direspon oleh pihak kepala desa (Pak Patori)” papar Oni Ketua KPK Jabar Setda Metro Bekasi.

“Kami di undang pihak desa untuk Rapat Mediasi, pada hari Jumat (21/8/2020 jam 9:00), dan alhamdulillah pak Amar (bujang/penggarap) hadir, dan ada titik temu permasalahan” ungkapnya menjelaskan.

Diperoleh keterangan hasil Rapat, bahwa Amar dalam hal ini, bersedia menunjukkan batas-batas tanah pak Mutih, disaksikan oleh Babinsa Junaidi, Bimaspol Saipul, serta Sekdes Karnat.

Pematokan tanah / lahan bersama dilakukan pada lahan dilapangan langsung, dan hal tersebut dilaksanakan diwaktu siangnya ba’da Jum’at sekitar jam 13.00.

Dilain pihak, Mutih sebagai wakil pemilik lahan, mengungkapkan pada tim media, merasa senang dan sangat dibantu oleh Lembaga KPK Jabar ini, sekaligus ucapan terimakasih dan salut atas kinerja Lembaga, dimana hampir tiga tahunan lebih masalahnya tak kunjung ada solusi sebelumnya, kini ada jawaban walau masih belum merasa puas.

“Sebetulnya lahan yang ditunjukkan itu seluruhnya 4 hektar, tapi pak Amar hanya baru menunjukkan perkiraan satu hektar, tampaknya masih ada yang disembunyikan” ucap Mutih berkeluh kesah.

Sementara dalam Menyikapi hal ini, baik Sekdes Jayasakti, Binmas Pol maupun Babinsa, menilai hasil Rapat Mediasi tersebut, berjalan lancar secara kekeluargaan, sekaligus meng-Apresiasi positif atas kinerja yang telah dilakukan KPK Jabar Setda Metro Bekasi dalam berinisiatif memediasi permasalahan lahan yang telah berpolemik hampir tiga tahun.

Harapan terakhir masih akan dilakukan jajaran KPK Jabar Setda Metro Bekasi dalam memperjuangkan hak-hak Maan (alm) ahli waris yang diwakili Mutih, didapat pematokan tanah yang ditunjukan Amar belum sesuai dengan luas tanah di surat kepemilikan.

Penyelesaian selanjutnya, maka jajaran KPK Jabar Setda Metro Bekasi, akan mengundang Pihak Perhutani untuk mengecek lokasi, serta menunjukan lahan juga batas-batas lainnya yang valid menurut catatan yang ada dipihak Perhutani, sehingga permasalahan sengketa tanah selesai, dan memuaskan semua pihak.

Editor : (Yudika/Kurniawan)

5 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *