SDN Pabuaran 01 Mulai Hadirkan Peserta Didik di Sekolah

BOJONGGEDE — SDN 01 Pabuaran Bojonggede per hari ini tanggal (18/08/2020) mulai menghadirkan peserta didik untuk penugasan pembelajaran kegiatan pembelajaran berdasarkan kelompok.
” Ya betul pak, hari ini sekolah kami memulai kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara kelompok 8 siswa per kelasnya,” jelas Albahrul, SPD Kepala Sekolah SDN 01 Pabuaran dikantornya.
Keterangan : Albahrul,Spd Kepala Sekolah SDN 01 Pabuaran (photo/dokTb)

Pembelajaran  tersebut kami lakukan dalam rangka mensiasati keluhan para wali murid akan keterbatasan mereka dalam pembelajaran daring yang mengharuskan wali murid memiliki gawai (hp android) dan keluhan lainnya.

” KBM secara kelompok ini kami lakukan mengacu pada  surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, nomor 800/54- Disdik tentang pedoman pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang pada point B.2 nya menyebutkan bahwa satuan pendidikan dapat menghadirkan peserta didik di sekolah untuk penugasan pembelajaran berdasarkan kelompok, atau menugaskan tenaga pendidik untuk mengunjungi kelompok belajar di sekolah. Juga untuk mengakomodir keluhan para wali murid itu sendiri dalam pembelajaran metode daring,” ungkapnya.
Namun meskipun demikian kami pihak sekolah tetap memintakan persetujuan dari wali murid untuk diperbolehkan siswanya hadir disekolah atau tidaknya. Dan bagi wali murid yang tidak berkenan, tetap kami berikan tugas kepada orang tuanya untuk mengambil tugas anak muridnya kepada guru disekolah. Juga bagi yang siap dengan pembelajaran daring kamipun siap melayani, “jadi banyak pilihan bagi wali murid agar pembelajaran tetap berjalan,” imbuhnya.
Bagi peserta didik yang hadir dalam pembelajaran metode ini, wajib melaksanakan dan menjalani SOP protokol kesehatan yang ketat, seperti cuci tangan memakai masker dan lain sebagainya. Peserta didik yang hadir akan diberikan tugas selama 90 menit, untuk kemudian dikerjakan di rumahnya masing-masing. Kegiatan inipun kami lakukan hanya satu kali dalam seminggu.
Harapan kami dengan penugasan pembelajaran seperti ini siswa tetap mendapatkan pembelajaran yang maksimal walaupun dengan kondisi yang serba terbatas, tidak seperti biasanya atau dalam kondisi normal, pungkas Albahrul. (Sto)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *