Geruduk Kantor PT Star Energy, Massa MPB Tuntut Stop Pengeboran

KABUPATEN BANDUNG — 
Ratusan petani yang tergabung dalam komunitas Masyarakat Pangalengan Bangkit (MPB), tepat hari ini Selasa (4/8/2020) dari jam 9:30 hingga jam 12:00 WIB, melakukan aksi damai di seputaran lapangan yang tidak jauh dari lokasi kantor PT. Star Energy (SE) di Kertamanah Pangalengan Kab. Bandung.

Aksi damai ini berupa orasi orasi dari para Orator MPB (Iman, Adang, Hj Tien, Dadang Majid, Mimid) berisikan kritikan tajam tertuju pada PT. Star Energy.

Tuntutan aksi diawali sebelumnya dengan melakukan demontrasi ” HEMPASKAN DAN MEMBUANG SAYURAN” ditengah lapangan, tanda bentuk protes pada Star Energy (SE).

Menurut mereka dalam aksinya, PT Star Energy telah melakukan pelecehan kepada hak petani atas kebijakan eksploitasi lahan berupa, proyek pengeboran geothermal oleh SE.

Iman di setiap orasinya disambut dengan gegap gempita oleh para peserta aksi, yg diperkirakan massa yang hadir berjumlah 700 orang.

“STOP, hentikan pengeboran” yel yel Iman, dan dijawab spontan oleh para petani peserta aksi ” Sekarang juga”

Keterangan Asep Saefulloh (Ketua Aksi MPB) dalam wawancara khusus dengan Tim media mengatakan, bahwa tuntutan aksi kali ini, hanya 2 butir tuntutan MPB yang diutarakan, baik secara lisan orasi maupun tertulis, yakni Penghentian proyek Pengeboran geothermal oleh pihak SE, serta Memperhatikan Keselamatan dan Kesehatan masyarakat Pangalengan, kata Asep Saefulloh.

Sementara para Orator (Iman. Adang, Hj.Tien, Dadang Majid) mengatakan seragam dalam isi orasinya.

“Peserta Aksi yang ada hadir sekarang ini, adalah 1/4 nya, bila tuntutan kami semua diabaikan oleh PT. Star Energy, maka kami akan datangkan peserta aksi seperti ini, 10 kali lipat lebih besar jumlahnya” ungkap isi orasi mereka bernada ancaman aksi.

Disamping yel yel orasi penyemangat aksi, diucapkan Iman kepada jajaran pengamanan jalannya aksi “Ucapan Terimakasih”, baik kepada jajaran kepolisian Polsek, Polres, TNI, Babinmas dan Babinsa Kec. Pangalengan.

Sebagai penyelaras suasana semangat juang aksi, selain penyampaian orasi dari para orator aksi, dimeriahkan pula oleh gelaran tepak kendang pencak silat, juga logistik makanan dan minuman yang telah dipersiapkan matang sebelumnya, berkesan heroik, berseni, tertib dan damai.

Dilain pihak, ketika tim media mewawancarai Jajaran Pengamanan aksi, baik kepada Danramil Pangalengan, maupun Kepolisian yang hadir, didapat keterangan :

“Aksi ini berjalan damai, tugas kami mengamankan saja, dan kami menilai bahwa, aksi yang dilaksanakan masyarakat petani Pangalengan ini, baik dan berjalan tertib” ungkap Danramil.

Sekitar pukul 12:30 siang, peserta aksi MPB membubarkan diri dengan tertib, tinggalah sekitar 15 orang perwakilan MPB dan Unsur Tim Media dan Jajaran Pengamanan, untuk selanjutnya “Audensi” penyampaian tuntutan kepada pihak manajemen PT, Star Energy. (Yudika)

5 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *