Massa Dari 6 Desa Menuntut PT. Star Energy STOP Eksploitasi Pengeboran Geothermal Yang Rugikan Lingkungan

KAB. BANDUNG — Keberlangsungan proyek pengeboran sumur yang dilakukan PT. Star Energy dalam pengembangan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB), Wayang Windu Pangalengan Kabupaten Bandung, baru – baru ini mendapat reaksi protes keras dari masyarakat petani di lingkup 6 desa penyangga di Pangalengan.

Masyarakat petani penyangga desa yang tercatat oleh Star Energy sebanyak 6 desa
(Pangalengan, Margamukti, Margamulya, Sukamanah, Banjarsari, Wanasuka).

Menurut informasi yang didapat tim media dari pentolan tokoh Masyarakat Pangalengan Bangkit; mengatakan bahwa aksi ini berupa, “Aksi 1000 Massa ber-Orasi”, tertuju kepada Manajemen Star Energy ini, dan akan dilaksanakan besok, Selasa 4/8/2020, jam 09:00 pagi, dalam ruang koordinasi Rumah Joeang dengan titik kumpul aksi di lapangan Kertamanah Pangalengan.

Ketua Aksi, Asep Saefulloh mengatakan ke tim media melalui telpon seluler tadi siang, “Dengan rencana Star Energy yang akan melakukan pengeboran terus menerus ini, maka masyarakat kiranya harus mengambil sikap” ungkap Asep.

“Sikap yang akan diambil masyarakat ini, tentunya mengenai antisipasi dari dampak negatif jangka panjang eksploitasi pengeboran geothermal, yang nantinya akan mempengaruhi segi ekonomi, sosial dan ekologi masyarakat Pangalengan” tegas Asep Saefulloh.

Sementara Cecep, Tokoh Pentolan Masyarakat Pangalengan Bangkit mengatakan,

“Jaminan dari perusahaan ketika nanti ada accident yang berdampak ke masyarakat dari Star Energy, hal yang terjadi bukannya perusahaan ingin dilindungi masyarakat, tapi pada kenyataannya perusahaan itu sendiri yang tdk melindungi masyarakat, bahkan melecehkan para petani daerah” kata Cecep.

“Keluhan dan protes masyarakat petani pada aksi ini “Tidak Ada,,,, melainkan hanya “STOP” pengeboran di bumi pangalengan ini” tegas Iman, Ketua Masyarakat Pangalengan Bangkit menambahkan.

Sisi lain yang diungkapkan Tokoh Lingkungan Hidup (LH), Dadang Majid mengatakan bahwa, “Tuntutan masyarakat untuk pemberhentian eksploitasi pengeboran geothermal ini, utamanya kepada dampak lingkungan sangat merugikan, sementara keuntungan perusahaan yang diperoleh sangat besar, tapi pihak perusahaan tidak peduli kepada masyarakat sekitar proyek”.

Perlu diketahui bahwasanya untuk info ter “Up Date” permasalahan aksi ini, bisa didapat di Sekretariat Koordinasi Rumah Juang Pangalengan, dimana salah satu Orator penyambung aspirasi masyarakat, Dadang Kurniawan (Dewan Dadung) sebagai penanggung jawab.(Ydk/Krn)

4 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *