Horeee…Kabar Gembira, Caleg Gagal Bakal Dapatkan Kompensasi

Photo Ilustrasi (red)
KABUPATEN BOGOR — Angin segar berhembus bagi para politikus partai Calon legislatif  (Caleg) khususnya mereka yang gagal mendapatkan kursi pada pemilihan legislatif tahun 2019.
Informasi atau kabar gembira bahwa ada kompensasi bagi para caleg yang gagal mendapatkan kursi tersebut, bersumber dari surat edaran Dewan Pimpinan Pusat salah satu partai peserta pemilu 2919 lalu yang ditujukan kepada seluruh Calon Legislatif terpilih yang sudah duduk di kursi DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se-Indonesia yang diterima media ini.
Mengutip daripada isi dalam edaran tersebut, dimana jelas disebutkan terkait tentang kompensasi bagi caleg tidak terpilih (Caleg gagal) berhak mendapatkan kompensasi dari Anggota Legislatif terpilih di daerah pemilihan yang mendapatkan kursi.
Adapun rincian kompensasinya sebagai berikut :
a. Untuk caleg DPR RI yang memperoleh lebih dari 10.000 suara maka mendapatkan kompensasi sebesar Rp. 10.000,- per suara.
b. Untuk caleg DPRD Provinsi yang memperoleh lebih dari 5.000 suara maka mendapatkan kompensasi sebesar Rp. 15.000 per suara.
c. Untuk caleg DPRD Kabupaten Kota yang memperoleh lebih dari 1.000 suara maka mendapatkan kompensasi sebesar Rp. 20.000 per suara.
Di ayat 2 (dua) juga disebutkan bahwa kompensasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1(satu) menjadi tanggungjawab caleg terpilih yang harus dibayarkan dengan cara dicicil tiap bulan dan lunas paling lambat selama dua tahun sejak caleg terpilih dilantik.
Dan jika caleg terpilih tersebut tidak melaksanakan kewajibannya tersebut, maka akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) oleh Dewan Pimpinan Partai sesuai tingkatannya.
Terkait prihal informasi tersebut, beberapa caleg DPRD Kabupaten Bogor yang tidak terpilih pada pileg 2019 lalu dari partai yang bersangkutan, saat dikonfirmasi memberikan tanggapannya. Disinggung soal apakah sudah pernah menerima dana kompensasi tersebut, salah satu caleg gagal kepada media ini menjawab belum ada sama sekali.
” Belum om,  kan setelahnya beres pileg kemarin, belum pernah ada kumpul-kumpul caleg terpilih sama caleg ga terpilih,  mestinya DPC menggagasnya, semua calon di kumpulkan tapi sampe hari ini ga ada. Padahal harus biar saling siraturahmi, gitu, coba tanyakan saja ke DPC partai ” kata caleg yang minta agar tidak disebutkan dulu identitasnya.
“Harapan kami , kalo memang keputusan dari DPP begitu ya harus dilaksanakan, dan tentunya harus di perjuangkan karna itu hak kami,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (16/07).
Ungkap dia lagi, Kasian juga teman-teman caleg yang sudah berjuang namun belum berhasil lolos, merasa diabaikan begitu saja. Padahal mereka juga turut menyumbang suara bagi partai dan Caleg terpilih untuk duduk di kursi Dewan.
Terpisah, salah satu caleg gagal dari Dapil 1 juga menyatakan,
“Saya setuju bila kompensasi ini di berlakukan seterusnya karena dengan adanya kompensasi ini mengingatkan pada Anggota Legislatif (Aleg) bahwa mereka bisa duduk Karena suara kolektifitas bukan hanya hasil suaranya sendiri dan kompensasi ini suatu nilai jual partai menghadapi parlemen treshold 7 % yg mana akan menjadi daya tarik untuk seseorang yg ingin menjadi caleg yg memiliki kapasitas kapabilitas dan isi tas mereka akan siap bertarung total. Karena perjuangan mereka akan merasa di hargai walaupun hasilnya belum  beruntung,” tuturnya. (Sto/Red)

5 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *