Jalan Vital PLN PLTA Cikalong yang Rusak, Akan Diperbaiki Lewat Swadaya Warga

KABUPATEN BANDUNG —
Jalan Vital PLN Unit Gardu Induk (GI) Sampai Kolam Tando PLTA Cikalong – Lamajang Kec. Pangalengan Kab. Bandung yang Manajemennya dikelola PT. PLN UP Saguling, berjarak panjang +_ 2 Km, saat ini kondisi jalannya “RUSAK BERAT” berlubang di banyak titik sepanjang jalan, dan mendesak perlu dilakukan perbaikan jalan dengan segera.

Peta jalan PLN tersebut, dalam Google Maps bernama “Jln. Cangkuang – Cikalong & Jln. Cibolang, tapi masyarakat Lamajang menyebutnya “Jalan PLN GI – Kolam Tando”. Mulai ramai diperbincangkan pengguna jalan masyarakat Desa Lamajang, dimana kondisi jalan pada saat ini rusak berat, dan menjadi penyebab utama sering adanya kecelakaan pengendara sepeda motor terjatuh.

Banyaknya keluh kesah masyarakat Lamajang mengkritisi jalan PLN yang rusak berat dan banyak lubang besar dibanyak titik, dirasa wajar bila masyarakat berasumsi seolah hal itu diabaikan pemeliharaannya oleh pihak PT. PLN hampir 4 tahun lebih, masyarakat hanya melihat setiap hari ada pekerja harian cleaning service lapangan babad rumput dan tebing saja.

Permasalahan tersebut memunculkan opini dan perbincangan di kalangan masyarakat, baik dari para Tokoh Masyarakat dan Pemuda, para Ketua RW, Anggota BPD, masyarakat umum dan pengguna jalan, sehingga situasi ini melahirkan inisiatif gagasan murni masyarakat peduli untuk spontan membentuk “Himpunan Masyarakat Peduli Desa Lamajang (HMP-DL)”.

Memperhatikan mendalam permasalahan temuan hal ini, menurut pandangan analisa tim media yang tergabung dalam temuan masalah tsb, sangatlah layak dan menarik untuk ditelusuri dan diberitakan Tim Media kepada khalayak.

Tim Liputan Khusus dalam memastikan hal tersebut, sengaja terjun langsung meliput, Investigasi ke lapangan dan memantau langsung untuk Konfirmasi, Klarifikasi dan mewawancarai pihak kompeten untuk mengumpulkan kebenaran data dan fakta juga lakukan wawancara pada pihak pihak terkait, sebagai bahan pemberitaan seimbang dalam rangka Keterbukaan Informasi Publik.

Menurut Sarhalim (Ketua BPD Lamajang), ketika Tim Media menemui di rumah kediamannya, Sabtu 27/6/2020, diperoleh penjelasan kronologis tentang munculnya gagasan spontan dalam pembentukan Himpunan Masyarakat Peduli Desa Lamajang disingkat HMP-DL, yang isi substansi, maksud dan tujuannya di bahas dalam Musdes sebelumnya dengan melibatkan tokoh tokoh masyarakat, Aparatur dan Lembaga desa, hingga tersusunnya sebuah Proposal sederhana.

Sarhalim memaparkan,
“Terbentuknya HMP-DL ini, murni gagasan yg lahir dari masyarakat di- 8 RW, utama yg 5 RW (Cikajang Wetan, Cikajang, Cikanyere, Waspadana dan Cibolang) dimana wilayahnya terlalui jalan PLN langsung, dan bukan mengatas namakan BPD, walau sebagian inspirator dan penggeraknya adalah Anggota BPD Lamajang, murni gagasan tsb atas nama masyarakat Lamajang” ungkap Sarhalim menegaskan.

“Kepedulian masyarakat yg menginginkan agar jalan PLN yg rusak berat cepat diperbaiki, antaranya mulai dari Gardu Induk PLN hingga batas jalan menuju Kolam Tando PLN yang berjarak sekitar +_ 2 Km, dan diperkirakan sudah hampir 4 tahun lebih tidak ada perbaikan jalan yg dilakukan pihak Perusahaan PT. PLN” imbuh Sarhalim.

“Semenjak banyak terjadi kecelakaan pengendara motor terjatuh, sebab jalanan rusak berat banyak berlubang disana sini, memunculkan inisiatif dari para tokmas, Pemuda, para Ketua RW juga masyarakat peduli dan pemerhati pembangunan Desa Lamajang, tergerak spontan adakan HMP-DL dan membuat Proposal Pengumpulan Dana Swadaya Masyarakat lewat sumbangan Alokasi Perbaikan jalan PLN, serta membahasnya dalam Musdes Lamajang”, papar Sarhalim.

Sarhalim melanjutkan,
“Bertujuan murni, semata sebagai upaya HMP-DL dalam mencari solusi dana pada donatur masyarakat pengguna jalan, atas dasar keridhoan se Iklasnya tanpa paksaan, dimana dana yg terkumpul nanti akan dialokasikan untuk perbaikan jalan & pengaspalan”. Imbuh Sarhalim.

“Analisa estimasi anggaran biaya (RAB Proposal), perkiraan total biaya Rp. 127.500.000, dengan rincian biaya Aspal Hotmix Rp. 112.500.000 & Biaya Pengerjaan Rp. 15.000.000. Alhamdulillah saat ini sudah terkumpul sekitar 10 jutaan,” papar Sarhalim panjang lebar kepada Tim Media.

Dilain pihak, dalam hal ini, Manager/Super Visor PT. PLN Sub Unit PLTA Cikalong (Edi Rosadi), ketika Tim Media menemui ke kantornya, Selasa 30/6/2020, untuk dimintai keterangan dan tanggapannya seputar klarifikasi dan konfirmasi persoalan hak pemeliharaan/perbaikan jalan PLN serta respon akan adanya kegiatan spontan yg dilakukan HMP DL, dalam rangka berinisiatif murni kumpulkan dana swadaya masyarakat untuk anggaran alokasi perbaikan jalan PLN.

Edi Rosadi menerangkan secara singkat padat kepada Tim Media disela sela kesibukan tugasnya, dan tentunya sesuai prosedur yang telah dilakukan tanggung jawab pihak Kantornya.

“Betul kami telah dikonfirmasi oleh pihak HMP-DL sebelumnya, pihak Kantor kami merespon positif dan mencatat hal ini sebagai bahan ajuan untuk memperkuat apa yg telah kami ajukan dan laporkan sebelumnya kepada General Manager PT. PLN UP Saguling (Pumo) di Kantor Pusat,” papar Edi Rosadi.

“Menurut analisa kami, jalan PLN yg rusak ini, karena penggunaan akselerasi jalan PLN cepat rusak ini, sebab sebagian besar dipergunakan pemanfaatannya oleh masyarakat desa Lamajang, tentunya tidak akan separah ini rusaknya bila saja sebatas pihak PLN yg mengunakannya,” ungkap Edi Rosadi beralasan logik.

“Sebetulnya pihak Kantor PLN kami, setiap tahunnya merangking Ajuan Pemeliharaan & Perbaikan yg harus dilaksanakan, sebagai bahan ajuan ke manajemen Pusat PT. PLN UP Saguling (Pumo), termasuk Ajuan Pemeliharaan Jalan, cuma saat ini belum ada anggaran”, ungkap Edi Rosadi

“Kami baru mendapat tanggapan dari Manajemen Pusat PT. PLN UP Saguling (Pumo) bahwasanya, pengajuan Pemeliharaan/Perbaikan Jalan PLN (GI – Kolam Tando PLN) akan dilaksanakan pada Anggaran Tahun 2021 ini, itupun akan dilakukan bertahap tidak sekaligus, melihat situasi anggaran yg tersedia”, papar Edi Rosadi menjelaskan.

Sementara Kades Lamajang (Yusep Kurnia), Sekdes Lamajang (Cecep), Kadus Andi, juga Tokmas Suwarno, Undang dan Tokoh Pemuda Asep Mahmud, saat di konfirmasi dan wawancara oleh Tim Media, pada Selasa 30/6/2020, tentang masalah pemeliharaan Jalan GI – Kolam Tando PLN Sub Unit PLTA Cikalong – Lamajang. Menerangkan sbb,:

Penjelasan Kades Yusep,
“Saya sebagai Kepala Desa. Saat berdikusi dengan Pihak Staf PLN juga perwakilan HPM-DL, saya sebagai Kades sebatas bisa “MENGINGATKAN saja” dalam hal ini perlunya “Pemeliharaan Asset Negara agar diperhatikan PT. PLN Indonesia Power” berupa Asset Jalan Vital hak Kontrol PT. PLN Indonesia Power,” ungkap Yusep Kurnia.

“Tidak ada kewenangan saya sebagai Kepala Desa untuk Pengajuan Pemeliharaan/Perbaikan Jalan PLN itu, agar masuk ke Anggaran Kabupaten lewat Musrenbangdes, juga saya tidak mengarahkan HMP-DL bergerak, saya nilai itu murni aspirasi masyarakat Lamajang, saya sebatas mengetahui,” tegas Yusep Kurnia.

“Tentang persoalan hak pemeliharaan jalan PLN, itu hak penuh pihak PLN hingga saat ini pemeliharaannya, masih kewenangan pihak PT. PLN IP penuh, tidak ada kewenangan pihak kades dalam masalah jalan PLN ini, sebab sampai sekarang belum ada keterangan surat pelimpahan tanggung jawab untuk pemeliharaan maupun perbaikan jalan PLN tsb, dan belum menjadi hak pemeliharaan pihak Pemda Kabupaten Bandung. Hal ini saya dapat Keterangannya dari Pemda Kab. Bandung langsung” papar Yusep Kurnia menjelaskan.

Sementara itu, Sekdes Lamajang (Cecep) disaksikan Kadus dan Tokmas, menjelaskan kepada Tim Media dengan terang terangan, bahkan menyebutkan hasil pengecekan arsip data desa dan fakta daftar masukan PAD tertulis pertahun Desa Lamajang.

“Sudah hampir 2 Tahun saya menjabat jadi Sekdes Lamajang mendampingi Kades Bpk. Yusep, dan hampir 4 tahun lebih saya sebagai aparat Desa, dalam catatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Lamajang, belum ada catatan tertulis dari Pihak PT. PLN IP sebagai ada dana masukan PAD untuk Kepemerintahan Desa Lamajang hingga saat ini, juga konfirmasi adanya Perbaikan jalan selama lebih 4 tahun ini, ” ungkap Sekdes.

“Banyak Tokmas Lamajang datang pada kami “Berkeluh Kesah”, ingin sekali merasakan kehadiran Perusahan Besar PT. PLN Asset Negara ini, yg dirasakan oleh masyarakat lamajang langsung, sedangkan Sumber Daya Alam Air wilayah kami, yg dimanfaatkan PLN kan hampir setiap jam setiap menit dan setiap detik dimanfaatkannya”, papar Sekdes.

Seiring hal ini, Tokmas Undang, Asep Mahmud dan Suwarno menyampaikan bahwa,
“Menurut kami sebagai masyarakat, sangatlah wajar bila banyak masyarakat kritis bertanya tanya, “Kemana DANA PEMELIHARAAN jalan PLN itu disalurkan selama lebih 4 tahun ini??”, masa sih jalan Milik PLN yg rusak parah itu sampai sampai perbaikan jalan PLN saja mesti masyarakat sendiri tangani dengan Dana Swadaya Sumbangan warga,” keluh Tokmas jawaban senada setiap Tim Media bertanya dalam wawancarai.

Kesimpulan akhir. Salinan Proposal yang diterima Tim Media, No. 03/HMP/DL/2020, bertanggal 12/06/2020, ditujukan kepada, Seluruh Masyarakat Pengguna Jalan Desa Lamajang, yang ditanda tangani 8 RW, diketahui Ketua BPD & LPMD dan diketahui Kades Lamajang lewat bahasan Musdes sebelumnya, serta Proposal ini disusun sebagai aspirasi murni masyarakat peduli Desa Lamajang.

Direncanakan Proposal yg didukung oleh data fisik dan keterangan sempurna, akan diteruslanjutkan Konfirmasinya kepada GM PT. PLN UP Saguling Pusat (melalui Humasnya) yg berkantor di Saguling KBB, dan Tim Media sepakat turut mengawal pemberitaannya hingga permasalahan ini tembusannya sampai kepada, Bupati Bandung, DPRD Kab. Bandung Camat / Muspika Pangalengan, Kades Lamajang, segenap tokoh masyarakat dan Instansi/Birokrasi lainnya.

Hal demikian diatas akan dilakukan bersama sama semua pihak masyarakat peduli Lamajang dan didukung keterlibatan Tim Liputan Khusus dalam pemberitaan publik, demi tercapainya harapan semua masyarakat Lamajang agar, “JALAN PLN GI -KOLAM TANDO CEPAT DIPERBAIKI”, dan didapatinya dana anggaran alokasi perbaikan jalan PLN tersebut secepatnya.

Sebagai bahan Comparative Study Sejarah dan Dokumen keterangan PLTA PLN Unit Pembangkit (UP) Saguling yang dikelola oleh PT. Indonesia Power, anak usaha PT. PLN (Persero) yang ada di Bandung selatan Kabupaten Bandung ini. PLN PLTA Cikalong – Wil. di dua Desa, Desa Cikalong & Lamajang. PLTA Cikalong yang diresmikan Presiden Soekarno sejak Tahun 1954, merupakan Unit Pembangkit (UP) Saguling.

Unit Pembangkit (UP) Saguling yang dikelola oleh PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN (Persero). UP Saguling yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 797,36 MW ini ditopang oleh tujuh sub unit pembangkit. Ketujuh sub unit pembangkit tersebut antara lain; PLTA Bengkok dan Dago 3,85 MW , PLTA Plengan 6,87 MW, PLTA Lamajan 19,56 MW, PLTA Cikalong 19,20 MW, PLTA Ubrug 18,36 MW, PLTA Karacak 18,90 MW, dan PLTA Parakan Kondang 9,90 MW.

UP Saguling berperan penting dalam sistem kelistrikan Jawa Bali. Listrik yang dihasilkan disalurkan melalui Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) Saguling dan diinterkoneksikan ke sistem jaringan se Jawa dan Bali melalui Saluran Utama Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 KV. Fungsinya selain sebagai tambahan untuk menyuplai listrik di Jawa-Bali juga mengamankan Jawa-Bali apabila terjadi gangguan listrik.

Sejak digital sejarah keberadaan PLTA Cikalong dan PLTA Lainya di Bandung Selatan Kabupaten Bandung ini, dapat dijelajah lewat keterangan Net. Sumber : Brilio Net, Docplayer Info, Bandung Bisnis Com, CNBC.Indonesia dan lainnya. (Tim Liputan Khusus Biro Kab. Bandung)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *