Era AKB Pantai Pangandaran Masih Tampak Sepi

PANGANDARAN — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID – 19 Jawa Barat ( Jabar ) telah mengapresiasi dengan baik adanya penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru ( AKB ) di objek wisata Pangandaran.

“Hasil kunjungan Ridwan Kamil belum lama ini ke objek wisata Pangandaran sangat mengapresiasi dengan baik dan memberikan nilai 8 dengan adanya penerapan AKB di wilayah objek wisata Pangandaran Jawa Barat.

Keberhasilan tersebut Ridwan Kamil mengatakan bahwa sektor pariwisata di Pangandaran ini mudah mudahan dapat memberikan contoh oleh semua pengelola pariwisata Jawa Barat khususnya di zona biru.Katanya.

Menurut Ridwan Kamil, bagi pengunjung wisata Pangandaran sementara ini hanya bisa dikunjungi oleh masyarakat Jawa Barat dan menggunakan protokol kesehatan oleh petugas pintu masuk atau gerbang masuk objek wisata. Katanya.

Dengan penerapan AKB sektor pariwisata tersebut para protokol kesehatan menerapkan aturan nya dengan tujuan memutus mata rantai COVID – 19 sehingga para pengunjung wusata dan warga masyarakat tidak terpapar oleh virus. Katanya.

“Dengan apresiasi saya kepada pemerintah Pangandaran mudah mudahan kedepan objek wisata ini kita berharap bisa dinikmati dan dikunjungi oleh masyarakat, tentang kedisplinan dan kesadaran wisatawan kembali kepada ketegasan para pengelola objek wisatanya.kata Emil.

Lebih lanjut Ridwan Kamil untuk menjaga tren yang sudah baik, sementara ini pengunjung dari luar Jawa Barat dilarang masuk dan bagi warga Jawa Barat bisa berkunjung ke Pantai Barat dan Pantai Timur harus dapat menunjukkan surat Rapid Test, dan bagi pengunjung ingin berwisata bisa mendapat Rapid test di tourism informasi center seharga Rp.200 ribu. Katanya.

Ditempat terpisah wartawan Tugas Bangsa dalam kunjungan liputan ke objek wisa pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran terlihat masih sepi semenjak Covid.

Ketika ditanya Tubas salah seorang ibu yang bernama Yeni yang sehari harinya menjaja jualannya seperti kopi dan pop mie dan lain lain mengaku sepi selama pemerintah menjalankan peraturan PSBB di objek wisata Pangandaran ini para pengunjung sangat sepi dan kami betuk betul kehilangan penghasilan sehari hari, hidup bertahan saja bersyukur. Katanya.

Disisi lain menurut Ibu Yeni mengakui selama PSBB diberlakukan alhamdulillah masyarakat Pangandaran tingkat kesadaran dan kedisplinan nya masih terlihat bagus dan tidak ada yang terpapar virus Corona. Ungkap Yeni.

Hal yang sama pekerja perahu yang sehari hari berada di Pantai Barat Pangandaran mengatakan selama Covid ini kurang lebih 3 bulan tidak lagi memiliki pendapatan seperti semula, tapi mau kemana tetap bertahan aja sudah syukur karena pengunjung sangat sepi mudah mudahan mulai tanggal 1 juli kedepan dibuka pemerintah untuk bisa berwisata ke Pangandaraan ini. Ungkap Amir warga Pangandaran. (damanik)

5 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *