SPBU34 Jalan Raya Parung Panjang Diduga Menjual BBM Bersubsidi Jenis Solar Menggunakan Jerigen

KABUPATEN TANGERANG — Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalan raya parung panjang legok Kecamatan Pagedangan, diduga melakukan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar menggunakan jerigen.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.15310 yang terletak di Jl. Raya Legok Parung Panjang, Desa Malang Nengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, diduga menjual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar menggunakan jerigen, sekira pukul 23:15 Wib, Senin (08/06/2020).

Hasil pantauan awak media di lokasi menemukan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar menggunakan jerigen, sebanyak 90 Liter menggunakan 3 jerigen yang berkapasitas 30 liter, Pada saat kejadian pengawas SPBU mengaku sebagai satpam atau keamanan.

“kalau Pagi sampai sore saya sebagai pengawas dan kalau malam saya sebagai satpam atau keamanan,” ungkap Pengawas SPBU Rusdianto saat di temui awak media pada saat kejadian.

Sementara itu Manager SPBU Anton Saat di konfirmasi awak media mengatakan tidak mengetahui kegiatan ilegal tersebut dan sudah di beritahukan kepada para operator tidak mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan menggunakan jerigen.

“kami sudah memberi tahu kepada para operator SPBU tidak boleh melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menggunakan jerigen dan itu sudah menjadi tanggung jawab para pegawai atau operator itu sendiri jikalau kedapatan mengisi BBM bersubsidi menggunakan jerigen atau drum serta dirinya mengaku baru empat (4) bulan bekerja di SPBU tersebut,” bebernya.

“Kami akan berikan Surat Peringatan (SP) kepada operator tersebut,” tambahnya.

Hal tersebut sangat bertentangan dengan peraturan SPBU dimana di katakan hanya boleh menyalurkan bahan bakar minyak BBM jenis premium dan minyak solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir, dan dilarang keras menjual jenis premium dan minyak solar pada wadah kemasan /jerigen untuk di jual kembali ke konsumen.

Sedangkan perdistribusian dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jelas sudah di atur sesuai dengan peraturan Presiden Republik indonesia nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM).

Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, Permen ESDM No. 8 tahun 2012 dan Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001 Pasal 55 dalam pasal 55 disebutkan: Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).

Namun nampaknya hal ini sama sekali tidak diindahkan oleh SPBU 34.15310 tersebut di duga pembelian melalui Jerigen tetap dilayani bahkan hampir setiap malam.pungkasnya. (Hendrik/team)

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *