Ambruknya Atap Gedung KONI Kabupaten Bogor, Ormas Benteng Padjajaran Siap Bikin Laporan Ke Kejaksaan

CIBINONG — Peristiwa ambruknya atap kanopi bangunan Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor, yang diketahui terjadi pada Kamis (11/06/2020) kemarin, menjadi sorotan awak media dan para pengamat kebijakan pemerintah.

Salah satunya suara lantang tersebut datang dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Benteng Padjajaran. Melalui Ketua Umumnya Dulsamson Sambarnyawa, SH,MH, saat dimintakan tanggapannya terkait prihal tersebut, Jum’at (12/06) dengan tegas menyatakan, Sesuai amanat UU no 17 tahun 2013 tentang Organisasi Masyarakat sebagai sosial kontrol, dengan tegas saya sampaikan bahwa ambruknya atap kanopi gedung KONI kabupaten Bogor tersebut akan segera saya laporkan ke kejaksaan, tukasnya.

Masih menurut Dulsamson, ada 6 point penting yang menjadi dasar pelaporan kami nantinya, yang bertujuan agar pihak penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan terkait pengadaan hingga pelaksanaan pembangunan Gedung tersebut.

Berikut keterangan resmi Ketua Umum Benteng Padjaran Dulsamson Sambarnya yang disampaikannya kepada media ini melalui pesan whatsappnya.

Saya Dulsamson Sambarnyawa selaku Ketua Ormas Benteng Padjajaran akan segera melaporkan kejadian/peristiwa ambruknya Gedung KONI Kabupaten Bogor kepihak Kejaksaan Negeri Cibinong dengan dasar sebagai berikut :

Entry point ;

1. Penting untuk di usut apakah pembangunan gedung KONI sudah sesuai dengan spek/ bestek

2. Agar pihak penegak Hukum bisa melakukan pemanggilan dan memeriksa Pejabat pembuat Komitmen/PPK,

3. Panggil dan Periksa Kadispora selaku pengguna anggaran/PA

4. Panggil dan Periksa kontraktor pelaksana proyek

5. Panggil dan Periksa konsultan pengawas.

6. Panggil Konsultan Perencananya apakah perencanaan tersebut sudah sesuai dgn tata laksana pembangunan sebuah gedung sesuai UUJK.

Dulsamson juga menambahkan, seperti diketahui gedung KONI tersebut, baru selesai dibangun 2 tahun lalu yakni di tahun 2018. Gedung KONI yang digadang-gadang menjadi kebanggaan kabupaten Bogor, karena berhadapan langsung dengan Gor Pakansari, diharapkan bisa berkontribusi besar, agar KONI selaku induk organisasi Olah raga bisa mencetak bibit – bibit unggul atlit olah raga yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Bogor.

“Dengan kasus ambruknya gedung KONI kami berharap menjadi evaluasi dan koreksi bagi ULP/ unit lelang proyek yang dalam hal melelangkan tender proyek pembangunan gedung KONI tersebut,”beber Dulsamson.

” Pembangunan gedung KONI memakai uang Rakyat dan harus dipertanggung jawabkan, jadikan hukum sebagai Panglima agar ada efek jera bagi pengusaha/ kontraktor jangan main – main dengan jasa konstruksi, jika terdapat ada pengurangan volume pekerjaan maka disitulah delik korupsinya sesuai amanat UU no 2 tahun 2017 tentang jasa kontruksi,” tandas Dulsamson.

Untuk diketahui sebelumnya atap kanopi dan sebagian Gegung KONI tersebut ambruk diduga akibat hujan deras yang disertai angin kencang yang mengguyur pada kamis kemarin. Namun kuat dugaan juga hal tersebut terjadi dikarenakan bangunan kontruksi yang tidak sesuai speksipikasinya.

Padahal dari hasil penelusuran media ini, pembangunan Gedung KONI tersebut menelan anggaran yang cukup fantastis yakni sebesar Rp. 19 Milyar yang pelaksanaan pembangunannya berbarengan dengan pembangunan Kantor Dispora Kabupaten Bogor yang dimulai pada tahun 2017 lalu. (sto/red)

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *