Idul Fitri dan Pandemi Covid-19 Tumbuhkan Solidaritas Sosial

Umat Islam tidak dapat mengelak dan harus menerima kenyataan dengan ikhlas, bahwa Idul Fitri tahun ini, 1441 H/2020 M harus disambut dengan suasana baru yang tidak biasa dan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Adalah Corona Virus Diseases 2019 (CoVid-19) membawa dampak suasana yang berbeda itu.
Wabah pendemi Covid-19 yang berasal dari Wuhan China yang menggemparkan dunia tersebut telah menjadi hantu yang menakutkan dan mengerikan, sehingga menciptakan suasana yang sangat meresahkan penghuni planet bumi ini. Keresahan dan kekhawatiran terjangkitnya wabah pandemic covid-19 ini semakin mencekam setelah diketahui telah banyak merenggut nyawa umat manusia, bukan hanya membunuh orang-orang biasa saja, dokter dan para medis yang berjuang mengobati pasien ini pun tidak luput dari korban keganasannya.

Dengan demikian suasana yang biasa mewarnai kegiatan menjelang dan saat Idul Fitri pun tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya karena adanya aturan pembatasan sosial dalam rangka mencegah dan percepatan penanggulangan serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang disebut PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) dengan mengharuskan semua elemen masyarakat menaati semua aturan pemberlakuan PSBB tersebut dengan physical distancing (menjaga jarak fisik) dan social distance atau social distancing (menghindari kerumunan atau menjaga jarak sosial). Dengan demikian untuk pemberlakuan PSBB tersebut, maka diterapkannya aturan stay at home (tinggal di rumah), work from home (bekerja dari rumah), sehingga semua bentuk kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan di luar rumah, harus dilakukan di rumah saja. Bekerja dari rumah, belajar pun di rumah. Bahkan kegiatan ibadah, seperti shalat wajib yang biasanya dilaksanakan di masjid dengan cara berjama’ah, untuk sementara dipindahkan pelaksanaannya di rumah. Juga kegiatan-kegiatan ibadah dan kemasjidan lainnya yang mengundang kumpul massa atau jama’ah terpaksa harus ditiadakan dan harus dilakukan di rumah masing-masing. Demikian pula kegiatan-kegiatan ibadah di bulan suci Ramadhan sampai menjelang Idul Fitri dan saat Idul Fitri, seperti shalat sunat ‘Idul Fitri, silaturrahmi dan kegiatan-kegiatan tradisi Idul Fitri lainnya, meski ada yang melaksanakan dengan cara berjamaah di masjid dan di lapangan terbuka, lalu berkeliling kampung utnuk bersilaturrahmi, mungkin juga open hause, namun tetap harus mengikuti protokoler Kesehatan dan PSBB.

Idul Fitri yang telah menjadi tradisi kuat dan melekat di kalangan masyarakat khususnya umat Islam, adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangannya menyelesaikan kewajiban beribadah kepada Allah SWT di bulan suci Ramadhan yaitu melaksanakan berpuasa dan zakat firah, juga di bulan suci Ramadhan ini umat Islam tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk melakukan hal yang terbaik dengan kegiatan ibadah amaliyah Ramadhan lainnya yang disunahkan dengan mengharap meraih pahala dan tingkatan taqwa, seperti shalat tarawih, tadarus, berinfak dan bershadaqah, i’tikaf, peduli berbagi sesamadan kegiatan amal shaleh lainnya, tetap dapat terlaksana dengan baik dengan mengikuti aturan-aturan PSBB.

Idul Fitri 1441 H di tengah-tengah wabah pandemik covid-19 ini memunculkan banyak hikmah. Meski awalnya sempat mengundang pesimis dengan adanya berbagai isu dan permasalahan, seperti sulitnya mendapatkan sumber mata percaharian untuk bekal hidup, khawatir terjangkit covid-19 dan terbatasnya kontak sosial, masalah ekonomi dan harga pangan yang naik, namun banyak hal yang positf. Idul Fitri 1441 H dan Covid-19 ini dapat menumbuhkan solidaritas sosial.

Aturan yang mengharuskan tinggal di rumah, (stay at home) dengan berbekal seadanya serta dengan mengharap bantuan pemerintah, ternyata banyak yang terketuk hati dan terpanggil rasa empati solidaritas sosial kalangan masyarakat dan umat islam untuk membantu semampunya, berusaha dengan berbagai macam cara dari mulai menaati protokoler PSBB maupun membantu kesulitan masyarakat yang kurang mampu dan yang terdampak dengan materi yang dibutuhkan, bahkan membantu tersedianya APD (Alat Pelindung Diri) untuk para Dokter dan Para medis, baik secara pribadi maupun secara kelompok dengan cara penggalangan dana.
Demikian juga, antusias masyarakat dan umat Islam khususnya dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun 1441 H di tengah-tengah pandemik covid-19 ini pun sepertinya tidak ingin ada yang berkurang meski suasana ada perbedaan dibanding dengan lebaran tahun lalu. Idul Fitri tetap disambut dengan suka cita dan penuh khidmat, diawali pada malam harinya, umat Islam mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid di rumah bersama keluarga. Pagi harinya ditandai dengan gema takbir dilanjutkan dengan shalat idul fitri, berjalan dengan baik penuh khidmat. Baik Idul Fitri maupun takbiran, selain dilaksanakan di rumah masing-masing bersama keluarga, ada juga yang melaksanakan di masjid, mushalla bahkan ruang terbuka tanah lapang.

Keberkahan bulan suci Ramadhan dan idul fitri, tampak jelas dengan fakta dilihat dari cermin kegembiraan dari raut wajah umat, walau banyak isu miring mendera semakin banyak masyarakat dan umat Islam serta rakyat Indonesia pada umumnya yang kekurangan, namun siapapun yang mengaku Islam, pasti bertanggung jawab untuk memenuhi kewajibannya menunaikan zakat fitrah, bahkan lebih dari itu. Hal ini membuktikan bahwa kepedulian sosial masyarakat dan umat Islam betul-betul hadir secara nyata, mereka sekan berlomba-lomba dengan suka rela untuk saling berbagi terhadap sesama dengan cara menyalurkan zakat, zakat fitrah bahkan infak, shadaqah dan bakti sosial dengan memberikan santunan terhadap yang membutuhkannya, baik bantuan atau santunan dana maupun bingkisan berupa barang yang bermanfaat.

Itulah sesungguhnya salah satu sifat dan jati diri masyarakat dan umat islam, bangsa Indonesia secara umum yang kuat bertahan sampai saat ini yang harus dipertahankan bahkan dikembangkan dan dilestarikan diantara banyak sifat mulia lainnya, yaitu solidaritas sosial. Dengan demikian, Hari Raya Idul Fitri 1441 H walau berada di tengah-tengah covid-19 dapat dirasakan dan dirayakan dengan penuh khidmat oleh semua kalangan masyarakat khususnya umat Islam.
Semoga puasa kita, zakat fitrah kita dan amaliyah ramadhan lainnya diterima Allah SWT dan semoga mendapat balasan yang berlipat ganda. Dengan harapan, semoga Allah panjangkan umur kita hingga kita dapat bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang. Amin…
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Minal ‘Aidin Wal Faizin, mohon Ma’af Lahir dan Bathin”.
Bogor, 25 Mei 2020 M/02 Syawal 1441. H
Suganda,S.Ag.,MM. (Muzni M.S)

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *