Ormas Benteng Padjajaran Terus Soroti Dugaan Pungli Di Desa Cijujung

SUKARAJA — Organisasi Benteng Padjadjaran menggelar jumpa pers dengan mengundang beberapa awak media terkait kasus dugaan pungutan liar oleh oknum di Pemerintahan Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor, pada Jumat, (29/05/2020)

Dalam press realisnya yang diterima media ini, Ketua Umum Ormas Benteng Padjadajaran Dulsamson Sambarnyawa  menyatakan beberapa point terkait pelaporannya atas dugaan pungli kades Cijujung.

Keterangan : Bukti tanda terima pelaporan ormas Benteng Padjajaran di Kejaksaan Cibinong (photo/red)

Berikut statemen lengkap Ketum Ormas Benteng Padjajaran terkait dugaan pungli di desa cijujung :

1. Surat edaran THR ke beberapa perusahaan yang ada di desa Cijujung kecamatan Sukaraja, adapun surat edaran THR tersebut disertai kwitansi yang sudah di patok besarannya, variasi antara 1 juta hingga 3 juta rupiah, jelas kami menduga kades cijujung telah melakukan pungli ke beberapa perusahaan yang ada di desa Cijujung kecamatan Sukaraja, bukti bukti terlampir

2. Terkait pembangunan tower di RW 13 desa Cijujung kecamatan Sukaraja, dimana kontraktor tower dimintai 200 lampu penerangan jalan, jika ingin mendapatkan tanda tangan dari kepala desa cijujung, sedangkan banyak warga sekitar yang menolak pembangunan tower tersebut, kami melakukan investigasi terkait harga lampu penerangan tersebut harga @ Rp 200 ribu rupiah, tetapi disanggupi oleh kontraktor tower hanya 170 lampu penerangan ( 200 X 170 ), berikutnya pemilik lahan ketua RW 13 juga dimintai 100 buah mcb dan 15 kabel roll yang mana sesuai keterangan yang di berikan pemilik lahan sangat keberataan dengan cara cara yang dilakukan oleh kades cijujung, kecamatan Sukaraja. Kami pun mengecek harga mcb dan kabel roll, yang paling murah harga mcb @ Rp 40 ribu rupiah ( 40 X 100 ) dan harga kabel per roll @ Rp 300 ribu ( 15 X 300 ).

Maka dengan ini kami Ormas Benteng Padjajaran telah melaporkan dugaan Pungli oleh kepala desa Cijujung kecamatan Sukaraja ke kejaksaan, agar kepala desa Cijujung kecamatan Sukaraja diperiksa dan dimintai keterangan terkait dugaan pungli tersebut, ujar dulsamson.

Dul juga menamahkan, hal seperti ini juga berlaku bagi semua kades yang ada di kabupaten Bogor, “jangan melanggar hukum atau berhadapan dengan Benteng Padjajaran, apabila ada perbuatan melanggar kami minta agar jadikan hukum sebagai Panglima,” tukas dulsamson. (red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *