Miris…Tak Mampu Bayar Tagihan, Pasien Miskin Ini Meregang Nyawa Di RSUD Cibinong

CIBINONG —  Bak kata pepatah sudah jatuh, tertimpa tangga, kondisi itulah yang menimpa Almarhumah Dahliah dan keluarga, warga miskin Kp. Kupu RT, 02 RW 06 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.
Berdasarkan keterangan Abu Hanifah Penggiat sosial yang juga pendiri relawan Solusi Pasien Urgent NKRI, kepada media ini, menjelaskan hal itu dari keterangan para anggotanya yang mendampingi pasien Dahliah hingga meninggal dunia.
Abu menceritakan keadaan pasien Dahliah yang dinyatakan sembuh oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor.
Namun, kata Abu saat hendak mengurus kepulangannya, pasien terkendala biaya yang harus pasien bayar sebesar Rp. 2.485.300,-  pihak keluarga yang saat itu didampingi relawan sempat memohon penangguhan pembayaran karena sedang megusahakan SKTM si pasien.
Namun permintaan tersebut ditolak pihak rumah sakit.  yang hanya memberikan kebijakan kepada keluarga pasien wajib membayar 75% dari total tagihan jika ingin pulang.
“Pihak RSUD Cibinong melalui bagian keuangan mengatakan, “Apabila tidak bisa membayar sebesar 75% dulu, maka saya tidak bisa pulangkan, karena kamipun resmi ada aturannya dari pusat,” ucap abu menirukan ucapan pihak rsud.
“Itu bahasa yang disampaikan pak Wandi bagian keuangan RSUD Cibinong,” kata Abu Hanifah.
mendengar hal itu sekira pukul 16.00 WIB (27/05), lanjut Abu, pasien yang sudah dinyatakan sehat itu syok, merasa tidak mampu,
“Akibat tidak bisa di pulangkan pasien pingsan dan langsung meninggal,” jelas Abu Hanifah.
Sedangkan pihak keluarga Dahliah masih mengurus surat keterangan miskin dan lainnya yang membutuhkan waktu.
“Pasien memang tidak mempunyai BPJS
namun seluruh berkas kepengurusan untuk menyelesaikan urusan pasien tersebut sedang di urus sesuai data domisili si pasien,” kata Abu.
Lebih lanjut cerita Abu, usai negosiasi pukul 17.00 WIB (27/05) Jenazah Ibu Dahliah akhirnya bisa dibawa pulang keluarga, setelah membayar Rp. 300.000,-
Saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp, pihak RSUD Cibinong, hanya menjawab singkat, bahwa pasien sudah pulang.
Derita keluarga almarhumah Dahliah ternyata  tidak berhenti sampai disitu. Melalui Endang salah satu perwakilan keluarga mengeluh mahalnya biaya pemakaman yang dimintakan pihak pemakaman di pemakaman umum Kp. Prigi Bedahan Kecamatan Sawangan Kota Depok.
Keterangan Endang melalui sambungan telpon yang terekam, ia menjelaskan jenazah Dahliah belum dikuburkan karena kurangnya rupiah karena biaya yang dimintakan mencapai Rp.3.5 juta. Ia juga menyesalkan negosiasi yang terjadi pada malam hari tersebut, baru disepakati malam jam 20.00 dengan nilai sebesar Rp 2.5 juta.
“inikan orang gak mampu, katanya. Akibatnya karena sudah terlalu malam mau tidak mau pemakaman pun harus ditunda sampai besok pagi,” ujar Endang.
Reporter: Santo
Editor: Tengku Yusrizal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *