Penandatanganan Perjanjian Lisensi Formula Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus

BOGOR — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) – Kementrian Pertanian terus menapakkan kiprahnya sebagai lembaga litbang unggul dalam menghasilkan invensi-invensi sesuai dengan kebutuhan kekinian. Meski dalam masa pandemic covid-19, Balitbangtan berhasil melahirkan invensi yang siap dikembangkan menjadi inovasi unggul yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara umum.
Berdasarkan hasil pengujian Balitbangtan terhadap berbagai tumbuhan yang berpotensi sebagai antivirus korona, disimpulkan bahwa yang paling efektif ditemukan adalah pada tanaman eucalyptus yang memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol).
Beberapa prototype teknologi berbasis minyak eucalyptus sebagai antivirus yang dihasilkan atas kolaborasi beberapa unit kerja dibawah Balitbangtan yakni, Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen), dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) telah terdaftar paten, antara lain:
1. Formula Aromatik Antivirus Berbasis Minyak Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003578
2. Ramuan Inhaler Antivirus Berbasis Eucalyptus dan Proses Pembuatannya dengan nomor pendaftaran paten P00202003574
3. Ramuan Serbuk Nanoenkapsulat Antivirus Berbasis Eucalyptus dengan nomor pendaftaran paten P00202003580
4. Minyak atsiri eucalyptus citridora sebagai antivirus terhadap virus avian influenza subtipe H5N1,  gammacorona virus, dan betacoronavirus
Sebagai upaya hilirisasi invensi yang telah dihasilkan, dan sebagai wujud pengembangan invensi menjadi inovasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara luas, Balitbangtan menggandeng mitra Kerja sama untuk pengembangan invensi tersebut melalui mekanisme kerja sama lisensi, dalam hal ini bersama PT Eagle Indo Pharma sebagai mitra lisensi Balitbangtan. Mitra kerja sama mempunyai kewajiban untuk memproduksi teknologi dengan supervisi dari Balitbangtan. Kompensasi dari kegiatan komersialisasi tersebut, Balitbangtan nantinya akan mendapatkan imbalan royalti atas penjualan produk/teknologi yang dikembangkan.
PT Eagle Indo Pharma merupakan perusahaan swasta nasional yang dikenal dengan merk dagang cap lang memiliki produk-produk berkualitas yang ada dipasaran. Dengan Kerja sama ini diharapkan  semakin cepat proses pengembangan produk untuk digunakan masyarakat sebagai upaya dalam pencegahan pengembangan pandemic virus corona.
Selain invensi diatas, pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Kerja sama Penelitian untuk invensi lain yang telah dihasilkan Balitbangtan yaitu : 1. Penerapan Teknologi Pengolahan Kentang dengan CV. Promindo
Perjanjian kerjasama ini merupakan perjanjian pralisensi dengan tujuan validasi teknologi olahan kentang (puree kentang dan tepung kentang instant) pada skala pilot. Teknologi pengolahan kentang yang akan dihilirkan adalah tepung kentang instan dan puree kentang. Produk puree kentang dapat menjadi  bahan intermediate dan langsung konsumsi dengan tambahan bahan lain.  Diharapkan kerjasama ini akan melahirkan usaha baru bagi UMKM.
Output yang diharpakan dari kerjasama ini adalah mitra siap untuk melisensi teknologi pengolahan kentang serta dapat memproduksi dan memasarkan puree kentang dan tepung kentang instan untuk bahan dasar makanan. Tidak menutup kemungkinan bahwa mitra akan memproduksi produk hilir berbahan dasar olahan kentang tersebut.
2. Optimasi Produksi Glukomanan Dari Tanaman Porang/Iles-Iles dengan PT. Niaga Indotama
Dalam rangka mendukung pengembangan produk pangan lokal, terutama yang memiliki prospek untuk menekan tingkat kebutuhan impor serta sekaligus untuk mendukung peluang pengembangan ekspor glukomanan. Nilai tambah umbi porang dan iles-iles selayaknya ditingkatkan nilai komersialnya melalui teknolosi pascapanen yang tepat serta segera dapat diimplementasikan di tingkat lapangan untuk dapat memberikan nilai tambah ekonomi di tingkat petani dan pengusaha pelaku produk pangan lokal.
Ruang lingkup kerjasama ini meliputi optimasi teknologi produksi glukomanan dari umbo porang dan sejenisnya. Diharapkan hasil kerjasama ini adalah mendapatkan spesifikasi glukomanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar serta aplikasinya pada produk makanan dan minuman
3. Implementasi Teknologi Penggilingan Padi Untuk Produksi Beras Berkualitas PT. Spinindo Sarana Pangan
BB Pascapanen telah melakukan penelitian dan pengembangan perbaikan kinerja RMU melalui pendekatan revitalisasi RMU yang ada di Laboratorium Mutu Beras Karawang pada BB Pascapanen tahun 2019 dan RMU hasil revitalisasi telah menunjukkan adanya peningkatan kualitas beras hasil giling dengan rendemen meningkat masing-masing 1% untuk varietas Ciherang, dan varietas Inpari 32. Konfigurasi RMU hasil revitalisasi ini berpotensi menjadi model RMU yang mampu memproduksi beras premium dengan tiga alternatif input bahan baku yaitu dari Gabah Kering Giling (GKG), Beras Pecah kulit (BPK) atau dari beras sosoh asalan/berkualitas rendah menjadi beras premium.
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian dengan PT.Spinindo Sarana Pangan sepakat untuk bekerjasama dalam mengimplementasikan Teknologi Penggilingan Padi untuk produksi beras berkualitas.
Output kerjasama ini diharapkan dapat termanfaatkannya RMU hasil revitasasi dengan baik menjadi model RMU dengan indicator keberhasilan diantaranya sebagai berikut:
1. Terjadi transfer teknologi kepada mitra dalam memahami dan mengoperasionalkan RMU yang baik dan benar sesuai standard. Mitra meendapatkan pengetahuan dalam melakukan pengelolaan dan perawatan unit produksi beras yang menerapkan manajemen mutu.
2. Mitra dapat melakukan pengadaan bahan baku baik berupa GKP atau GKG yang memenuhi persyaratan untuk menghasilkan beras yang memnuhi standard mutu yang dipersyaratkan dan mampu bekolaborasi dengan stakeholder di lapang;
3. Mitra bersama mampu melakukan pemasaran produk beras berdasarkan hasil riset segmentasi pasar dan preferensi konsumen dengan produk beras yang mengindikasikan binaan Balitbangtan dengan pencantuman logo jaminan mutu Agroinovasi pada setiap produk beras yang dihasilkan
Proses lahirnya invensi dan hilirasi menjadi produk unggul berkualitas tersebut menjadi upaya eksistensi Balitbangtan sebagai perannya dalam menghasilkan invensi-invensi unggul dalam mewujudkan ketahanan pangan bagi suluruh masyarakat Indonesia (red)
Sumber :

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian KEMENTERIAN PERTANIAN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *