Mutiara Terpendam dari Kampung Perbukitan Pesisir Selatan

PESIBAR — Kabupaten Pesisir Barat Lampung  ternyata banyak menyimpan mutiara yang terpendam, mulai dari kekayaan isi lautnya, pantai-pantai nan indah, perbukitan dan pegunungan yang merupakan kekayaan alam tak ternilai yang hamparkan oleh Allah Swt yang wajib dijaga kelestariannya.

Hari ini, Minggu 17Mei 2020, Perjalanan team Tugasbangsa menelusuri  nun jauh di balik bebukitan yang diapit rimbunnya ribuan hektar  pohon sawit melalui kampung Kupang, terus menelusuri jalan terjal yang sisi kiri kanannya banyak berlobang  sesekali terlihat para petani sawit sedang memanen dan memuat hasil panen mereka ke atas truk.
Keterangan : Susana dan kondisi jalan menuju Kampung Way Handop Desa Marang (photo/dok TB)
Menurut Heri, Peratin (Sebutan Kepala Desa di wilayah Lampung) Desa Marang kebanyakan pemilik sawit dan kelapa hibrida adalah warganya yang berasal dari suku Bali, Jawa, Sunda dan juga masyarakat setempat. Desa marang memiliki lebih kurang 1200 Kepala Keluarga (KK), 19 pemangku dengan jumlah  6000 hak pilih, dalam dua priode ini sudah menghantarkan  dua orang perwakilannya menjadi anggota Dewan di DPRD Kab. Pesibar yaitu M. Towil dan Pa Kadek.
Sepanjang perjalan lebih kurang 8 kilo meter menuju kampung Way handop, bermula dari jembatan Kupang lebih kurang tiga kilometer, kami terus melajukan kendaraan dengan pelan sehingga sampailah kami ke kampung Way handop, kampung  asri dengan berbagai jenis tanaman bunga, yang menyejukkan pandangan mata. Keindahan dan keasrian kampung tersebut pada siang hari, ternyata sangat kontras  bila datang waktu malam, penyebabnya ternyata di kampung tersebut bila malam gelap gulita karena tidak adanya penerangan listrik. Sekalipun ada penerangan, hanya sebagian kecil masyarakat yang kebetulan mengunakan Genset atau tenaga surya.
Kampung way handop dihuni  sekitar lebih kurang 100 KK  menurut Peratin marang para penghuni kampung memilik mata pencaharian berkebun dan bertani, “mereka rata-rata para transimigrasi yang rajin dan disiplin bekerja,” Ujar Heri.
Keterangan : Kusumawardani (Mawar) Artis berbakat dari kampung Way Handop bersama Kru TB (photo/dok TB)
Yang membuat kami penasaran serta ingin tahu lebih dekat, terselip ucapan Peratin, bahwa di kampung yang udik  ini ada seorang biduan, atau Artis yang sudah membawa harum  nama Kabupaten Pesisir Barat ke tingkat Nasional. Dia adalah Kusumawardani, atau sering dipanggil mawar, saat tugas bangsa menyambangi rumahnya, kebetulan sekali Artis cantik tersebut sedang ada di rumah bahkan sejak adanya Covid-19. Dalam obrolan santai dengannya, kru tugasbangsa pun menanyakan apa yang dirasakan oleh biduan cantik ini, selama dalam masa Pandemi Covid-19, dimana warga masyarakat dihimbau untuk melaksanakan sosial distance, pakai masker, dan dianjurkan untuk mengurangi aktivitas keluar rumah alias dirumah saja.
Kepada kami, Kusumawardani pun mengungkapkan kegalauan nya akibat merebaknya wabah Corona, “Saya  benar-benar turut prihatin dan sedih, karena tidak bisa berbuat apa-apa, seluruh order manggung saya batal. Bila di total puluhan juta uang hilang akibat pembatalan manggung, ungkapnya.
Mawar juga mengatakan keluhannya akan kondisi kampungnya. “di kampung ini belum ada listrik, jadi di rumah sumpek tanpa penerangan, untuk ngecas HP aja susah, listri tidak ada, ” kesal deh?? keluh mawar. juga terucap dari bibir mungilnya, dengan peratin, kapan disini ada penerangan listrik paratin??? sdh jalannya jelek listrikpun tak ada, kesahnya.
 Berhubung Covid-19 yang melanda dunia, Kusumawardani yang lulusan SMKN I Krui ini memilih diam dirumah bersama ibunya, sambil menunggu pendemi Corona usai. Saat ditanya apa harapannya kepada pemerintah, Cq Bupati Kab. Pesibar, Mawar berpesan agar disampaikan kepada Bupati sekiranya dapat berkerjasama dengan peratin desa marang, utamanya membantu penerangan masyarakat, kampung way handop, desa marang kecamatan pesisir selatan.  Juga saya dan masyarakat  akan sangat bersyur sekiranya Bupati bisa menganggarkan bantuannya untuk perbaikan jalan ke kampung kami, kami juga turut mendoakan semoga  bapak Bupati Agus Istiqlal bisa memimpin pesibar kembali, sehingga harapan kami warga way handop bisa beliau realisasikan di pemerintahan beliau, pungkasnya,
Reporter : H.Muhdar
Editor : Santo

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *