Belum Terima Gaji, Guru Honor Ini Tetap Mengajar Bahkan Berbagi Rejeki

BOGOR — Merebaknya wabah Corona Virus Disseas (Covid-19) di Indonesia telah membuat pertumbuhan ekonomi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat menjadi menurun. Dampaknya, dunia usaha mulai lesu, pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai terjadi, sehingga angka pengangguran dan angka kemiskinan pun meningkat.

Di sisi lain, upaya menanggulangi penyebaran Covid 19 pun terus dilakukan pemerintah, salah satunya dengan menerapkan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sekolah-sekolah, perkantoran dan beberapa kegiatan/aktivitas masyarakat dibatasi dan harus dilakukan di rumah.

Insert : Indah Novitasari (23) seorang guru honor di SDN Layungsari 2 Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, tetap mengajar secara berkeliling terutama mendatangi murid yang berasal dari keluarga tidak mampu. Selain mengajar, Indah juga setiap kali datang selalu memberikan bantuan sembako sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Tenaga pendidik diharuskan untuk menerapkan pembelajaran dengan sistem daring. Tapi kendalanya, bagi sejumlah siswa dan orang tua murid yang tergolong kurang mampu (miskin) langkah belajar melalui daring tidak efisien dan tidak mudah, karena tidak adanya fasilitas yang memadai ditiap rumah.

Bagi murid dan orangtua yang tak mampu, jangankan untuk membeli kuota, untuk makan sehari – hari saja pun mereka masih kesulitan. Di sinilah tugas seorang tenaga pendidik untuk mencari solusi agar peserta didiknya dapat terus mengikuti pembelajaran. Di tengah suasana yang serba sulit ini, Indah Novitasari (23) seorang guru honor di SDN Layungsari 2 Kelurahan Empang Kecamayan Bogor Selatan Kota Bogor, membuat sebuah keputusan inspiratif. Meski saat ini belum memerima gaji honor, namun dirinya tetap terus mengajar dan mendatangi murid – muridnya terutama yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Hebatnya lagi, tenaga pendidikan honorer ini setiap kali datang mengajar ke rumah murid dari keluarga tidak mampu, sambil membawa bantuan sembako. Indah mengatakan, keputusannya untuk tetap mengajar dan mendatangi murid – murid nya selain menjaga silaturahmi, sekaligus guna mengawasi keberlangsungan belajar murid serta berbagi rejeki semampunya. “Saat ini, kita perlu saling peduli dan berbagi. Karena berbagi tidak perlu menunggu kita punya segalanya atau kaya raya,” ungkap wanita alumni Universitas Pakuan (Unpak) ini.

Indah menyampaikan, hampir dua bulan terakhir, seluruh masyarakat harus bekerja, belajar, dan ibadah dari rumah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, tentu tak sedikit orang yang mulai merasakan kebosanan dan legelisahan. Namun Indah mengajak, agar di tengah kondisi sulit ini, setiap orang bisa tetap berfikir positif dan mengambil hikmah agar dapat terus bertahan dan berjuang. “Semua harapan dan cita – cita harus terus dipelihara untuk kebaikan bersama. Semoga wabah pandemi Covid-19 segera berakhir, Sehingga peserta didik dapat belajar dan berkumpul lagi di sekolah seperti biasa.” Pungkasnya. (Rie/sto).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *