Dalam Keadaan Darurat, Pasien RS Trimitra Diminta Nyari Rujukan Sendiri

BOGOR —  Pelayanan disalah satu rumah sakit (RS) di Kabupaten Bogor, meminta pasien yang akan melahirkan mencari rujukan sendiri dalam keadaan pendarahan, yang hanya ditemani keponakannya.

Hal itu diungkap oleh suaminya yang enggan disebutkan namanya dan Andini yang mendampingi Cicik atau tantenya Indriyani (34) yang akan melahirkan.

Indriyani peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan yang telah dibayarkan oleh perusahaan, ditempat ia bekerja. Saat ini Indriyani masih dalam keadaan pemulihan.

Cerita Andini, saat kejadiannya menegangkan pada Senin (06/04/2020) yang lalu, ia mengantar Indriyani yang telah merasa mules tanda-tanda akan melahirkan,

Permintaan Indriyani, agar diantar ke rumah sakit (RS) yang menerima BPJS,ia diterima sebagai pasien. di RS Trimitra dijalan raya Jakarta-Bogor, Cibinong. Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Usai diperiksa di ruang IGD oleh pihak RS, Indriyani, “Dipindahkan keruang rawat inap kelas 2, padahal (peserta) BPJS kelas 1, alasannya Kamar penuh,” kata Andini,

Kemudian Andini yang mendampingi tantenya itu melihat Pendarahan Banyak, “Cicik (tante) saya memanggil Suster untuk membersihkan Pendarahan,” kata Andini.

Ia menirukan perkataan tantenya saat mendampingi, “Suster saya sudah mules,” kata Andini, yang saat itu dalam keadaan panik melihat keadaan Indriyani.

Lalu, Andini menirukan penjelasan perawat, “Ibu Harus dirujuk dikarenakan Bayi ibu sudah harus dilahirkan karena Pendarahan nya sudah banyak,” katanya.

Mendengar keterangan perawat bahwa Indriyani, Tante Andini harus dirujuk, ia pun langsung menghubungi pamannya, suami Andriyani berinisial IL.

Suami Indriyani berkomunikasi melalui telpon dengan petugas/perawat jaga di RS Trimitra yang disambungkan oleh Andini. Saat itu IL sedang bertugas diluar kota.

IL membenarkan ditelpon keponakannya untuk bicara dengan pihak RS, kepada redaksi, bahwa pihak RS Trimitra langsung memberikan Rujukan Lepas.

Dijelaskan pihak RS, kata IL, ruang untuk Bayi baru lahir Penuh, cuma tersedia 1 ruangan tetapi sudah penuh.

Melalui sambungan telpon dengan pihak RS, IL dalam keadaan panik, meminta RS Trimitra mencarikan RS rujukan dan ambulan, untuk istrinya yang sedang pendarahan.

“Suster Mengatakan ke saya, Bahwa kalau pihak RS Trimitra yang mencari RS Rujukan kadang Susah,” kata IL. “Apalagi untuk Bayi baru lahir, dan harus mencari Sendiri RS Rujukan,”

“Saya sebagai suaminya bertanya, apakah pihak dari rumah sakit melepas Pasien yang dalam keadaan Darurat atau Kritis untuk di Rujuk Lepas,” kata IL.

Lalu, IL mengulang, “Dari itu saya menanyakan lagi apakah Pasien dalam keadaan Darurat/Kritis wajib di rujuk lepas tanpa bantuan ambulan dan tenaga Medis untuk Ke RS Rujukan,” ujarnya.

Sama dengan cerita Andini, bahwa petugas jaga tetap bersikukuh bahwa dirinya harus mencari sendiri RS Rujukan, lalu ia menirukan ucapan pegawai RS, “karena kami kalau nyari susah,” kata Andini.

Melihat tantenya dalam keadaan pendarahan, Andini hanya mendapat surat rujukan tanpa tujuan rumah sakit mana yang akan didatangi, juga tanpa dibantu ambulan dari RS.

Dengan sigap Andini langsung memesan kendaraan online, membawa tantenya kerumah sakit lain tanpa ditemani siapapun dari pihak RS Trimitra.

Menurut Andini, dalam perjalanan Indriyani sudah tidak sadarkan diri, “di dalam kendaraan cicik saya sudah Pendarahan hebat,” terang Andini.

Sesampainya dirumah sakit rujukan, Andini ditanya, “Ibu bawa surat rujukan tetapi didalam surat rujukan tidak ada Keterangan obat yang diberikan oleh Pihak RS Trimitra,” terangnya.

Terpisah, saat dua wartawan mendatangi RS Trimitra, Pihak yang mengaku hubungan masyarakat (Humas) RS, Karin bersama staf lainnya

“kalau disebut Menelantarkan pasien, tidak.. kami sudah menangani di awal,” kata Karin. senin (20/04/2020).

Lalu pihak Humas menjelaskan, “Memang kita ada mobil dua unit, satu mobil jenazah dan (satu mobil) pasien, saat itu mobil dalam keadaan tidak steril, habis dipakai antar jemput pasien Covid-19,”

“Untuk membersihkan (mobil ambulan) biar steril lagi (dari Covid-19) butuh waktu dua jam,” kata Karin.

Karin dan rekan lainnya yang mewakilkan RS Trimitra, tidak menjelaskan banyak, keterangan obat yang ditanyakan kepada Andini saat di RS Rujukan.

“Terkait informasi data obat-obatan yang diberikan ke pasien itu kan internal pihak kita pak,” terangnya. (Sto)

4 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *