Solidaritas Melawan Corona, DPD PSI Kota Bogor Gelar Aksi Sosial Putaran Ke-Empat

KOTA BOGOR — Aksi solidaritas PSI Kota Bogor melawan covid 19 terus berlanjut di sejumlah wilayah kecamatan. Kegiatan sosial putaran keempat tersebut, dilakukan para pengurus DPD PSI Kota Bogor dengan memberikan bantuan 8 tong air pencuci tangan beserta sabun cuci, pembagian sembako dan masker gratis untuk warga di dua kecamatan yaitu Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jum’at (17/4/2020) kemarin.

Saat menyerahkan bantuan 1 tong pencuci tangan beserta sabun antiseptik untuk kantor Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat yang diterima langsung oleh Lurah Curug Mekar, Ketua  DPD PSI Kota Bogor Sugeng Teguh Santoso menyampaikan, DPD PSI Kota  Bogor ingin bersolidaritas dengan masyarakat yang berjuang melawan Covid 19. “Kami juga telah menyerahkan bantuan 3 drum cuci tangan dan sabun antiseptik untuk warga RW 01 Kelurahan Curug Mekar,” ungkap pria yang akrab disapa STS ini.

Sementara di wilayah Babakan Perumnas RT 09 RW 06 Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur, lanjut STS, pengurus DPD PSI Kota  Bogor menyerahkan 4 drum cuci tangan serta sabun antiseptik yang diterima langsung oleh Ketua RT 09 Dede Suprihatin. “Kami juga membagikan 100 masker kain serta bantuan 50 paket sembako gratis untuk warga,” paparnya.

STS juga mengungkapkan, DPD PSI Kota Bogor juga telah memberikan bantuan masker dan sembako kepada para pekerja atau buruh harian, pemulung dan masyarakat kurang mampu yang ada di wilayah tersebut. STS berjanji, akan memantau dan memfasilitasi warga, terkait dana bantuan pemerintah untuk warga yg terdampak akibat penetapan PSBB di Kota Bogor. “Kami ingin bantuan ini tepat sasaran, agar masyarakat mendapat haknya tanpa dikecualikan. Kita juga bisa gotong royong membangun dapur umum. Kami siap membantu warga untuk bahan pokoknya,” tegas STS.

Dede Suprihatin selaku Ketua RT menyampaikan bahwa dirinya sangat prihatin dengan kondisi warganya yang saat ini sudah banyak kehilangan lapangan kerja, seperti para sopir bus wisata, penjaga toko, pekerja harian lepas lainnya. Dia mengaku telah mendata warga terdampak PSBB yang diluar penerima PKH dan telah menyampaikan laporan kepada Ketua RW. “Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan bantuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan tersebut akan turun dari pemerintah. Sementara kebutuhan makan, setiap hari harus dipenuhi oleh warga.” Ungkapnya. [Sto/rie]

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *