Bupati Kab Pesibar Agus Istiqlal Lakukan Langkah Maksimal Cegah COVID -19

PESIBAR — Virus Korona menjadi wabah masyarakat dunia tidak terkecuali di pesisir Barat,lampung. Pemkab pesisir barat memaksimalkan berbagai upaya dan kekuatan mencegahnya ,diantaranya Dengan melakukan karantina wilayah.

Selain menggelar rapat dengan tim organisasi profesi kesehatan dikantor bupati setempat , Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal juga Meninjau Langsung Posko Pemeriksaan Pencegahan Virus Corona (Covid-19) di beberapa titik perbatasan yang menjadi pintu masuk dan keluar Kabupaten Pesisir Barat, Selasa 31 Maret 2020.

Agus Istiqlal, meninjau posko perbatasan antara kabupaten pesisir barat dan Lampung Barat, yang berada di pekon Labuhanmandi kecamatan Way krui dan perbatasan dengan Tanggamus dI Pekon Pemerihan Kecamatan Bangkunat.

Seluruh pintu masuk ke Kabupaten Pesisir Barat akan dijaga oleh tim Petugas gabungan. Petugas gabungan yaitu Dinkes, BPBD, Satpol-PP, Dishub, Personil TNI dan Polri. Dalam sehari akan ada 33 petugas yang berjaga pada satu titik perbatasan.

“Posko tersebut berada di di pekon pemerihan, Bangkunat. Di Labuhan Mandi Way krui, dan di kecamatan Lemong. Kantor bupati menjadi pos utama center Warga labuhan mandi ,lemong ,” kata bupati.

Sedangkan dihalaman kantor bupati dijadikan posko center korona. Posko di dirikan guna memantau perkembangan kasus virus Corona di pesisir barat, termasuk sebagai ruang bagi masyarakat untuk berkonsultasi dan mendapat informasi terkait virus Corona .

Di posko posko perbatasan itu tim petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan melakukan pendataan terhadap kendaraan dan orang yang melintas masuk ke wilayah pesisir barat, mengantisipasi penyebaran korona.

Sementara itu Kepala Dinas kesehatan kabupaten Pesisir Barat Tedi Zatmiko mengatakan akan memfasilitasi seluruh organisasi profesi kesehatan guna memberikan masukan terhadap tindakan pencegahan  atau  percepatan penanganan COVID 19 di pesibar.

“Tadi mereka(organisasi profesi kesehatan) hadir dan memberikan masukan-masukan yang positif terhadap langkah-langkah kedepan terkait apa yang akan di lakukan dalam hal penanganan COVID 19 di pesibar ini,” kataTedi.

Tedi zatmiko juga mengatakan penanganan COVID 19 tidak cukup hanya dinas kesehatan dan organisasi profesi kesehatan saja tetapi harus melibatkan semua pihak termasuk organisasi perangkat daerah dan masyarakat sekitar.

” Kita semua mempunyai tanggung jawab yang sama , kewajiban yang sama untuk kita bersama-sama menangani COVID 19 ini,” tutupnya. (Dar)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *