Giat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Dinkes Tanggamus

TANGGAMUS~Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus laksanakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Penaggulangan “STUNTING”Kabupaten Tanggamus di Hotel 21 Gisting (12 /03/2020).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Sukisno,Staf Ahli Bupati bidang kemasyarakatn Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tanggamus atau yang mewakili; (Kepala Bapelitbang, Pendidikan, PU, Dinsos, PMD, Lingkungan Hidup, Kominfo, Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian dan PMD, PPPA Dalduk dan KB)para kepala KUPT puskesmas se-kabupaten Tanggamus.

Kepala Dinas Kesehatan kab Tanggamus Taufik Hidayat dalam laporannya mengatakan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya, kekurangan gizi terjadi terutama pada 1000 hari pertama kenidupan (mulai dari kehamilan sampai dengan anak berumur dua tahun). Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu kabupaten/kota yang diusulkan menjadi 160 kabupaten/kota prioritas intervensi stunting di Indonesia pada tahun 2019, dimana terdapat 10 pekon lokus stunting, dan pada tahun 2020 menjadi 33 lokus. Adapun prevalensi kasus stunting di Kabupaten Tanggamus berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 terdapat balita stunting sebesar 39,66% (21.761 balita), dan tahun 2017 sebesar 37,3%. Hasil Riskesdas Tahun 2018, stunting untuk baduta Kabupaten Tanggamus sebesar 26,8% dan untuk balita Kabupaten Tanggamus menurun menjadi 29,87%.

Pencegahan dan penurunan stunting dapat dilakukan dengan cara intervensi spesifik dan intervensi sensitif, dimana intervensi spesifik hanya menyumbang 30% yaitu kegiatan yang dilakukan oleh sekten kesehatan, dengan kegiatan langsung ke sasaran primer antara lain ibu hamil, bayi balita dan remaja, sedangkan intervensi sensitifmenyumbang 70 % melalui kegiatan yang dilakukan oleh lintas sektor terkait antara lain melalui kegiatan fasilitas sanitasi seperti akses air bersih, jamban keluarga dan kegiatan-kegiatan lintas sektor lainnya. Bapak/lbu Sekalian, Masalah Stunting adalah masalah nasional yang sangat serius karena menyangkut nasib dan pertumbuhan generasi yang akan datang. Pemerintah Kabupaten Tanggamus, hal tersebut dapat terlihat dari Visi dan Misi Bupati Tanggamus yang tertuang dalam RPJMD Tahun 2018 -2023, terutama pada Misi Kedua yaitu : MewujudkanSumberDayaManusia yang Sehat, Cerdas, Unggul, BerkarakterdanBerdayaSaing” Kita juga menyadari bahwa masalah Stunting bukan hanya masalah kesehatan, sehingga tidak mungkin dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan sendiri, dan perlu adanya integrasi kegiatan berbagai sektor terkait, oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah membentuk Tim Konvergensi Stunting dimana Bapelitbangditunjuk sebagai penanggungjawab yang beranggotakan lintas sekto terakit. Adapun regulasi

yang sudah diterbitkan adalah: Peraturan Bupati Tanggamus Tentang Penanggulangan Stunting di Kabupaten Tanggamus Bapak Sekda yang saya hormau, beserta peserta pertemuan vang berbahagia, Sehubungan dengan acara pertemuan Ini, ada beberapa hal yang perlu saya laporkan antara lain : Tujuan Pertemuan, antara lain • Adanya sinkronisasi program dan kegiatan lintas sektor dalam pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Tanggamus Terevaluasinya kegiatan masing-masing OPD dalam program pecegahan penurunan stunting Peserta Pertemuan, terdiri dari: 1. Sebanyak 12 OPD dan lintas sektor terkait, antara lain Bapelitbang, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PU, Dinas Sosial, PMD, Lingkungan Hidup, Dinas Kominfo, Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas PPPA Dalduk dan KB, Kantor Kemenang dan Bagian Hukum Setda Tanggamus; 2. Sejumlah 8 Camat dari Kecamatan yang menjadi Lokus Stunting Tahun 2020, antara lain Kecamatan Kotaagung Timur, Pugung, Pulau Panggung, Pematang Sawah, Semaka, Wonosobo, Gisting dan Kelumbayan 3. Seluruh Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Tanggamus.

Sementara Sambutan Plh sekda kab tanggamus dalam hal ini di sampaikan oleh Asinten II bidang pembangunan Sukisno Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi sehingga Pemkab Tanggamus melalui Ibu Bupati sangat peduli dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting, hal ini di tunjukkan dengan adanya komitmen bersama dengan lintas sektor terkait, dan ditunjukkan dengan adanya kegiatan “konvergensi stunting” dan telah terbit juga Peraturan Bupati Kabupaten Tanggamus Nomor 02 Tahun 2019 tentang Optimalisasi Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Tanggamus. Pencegahan dan penurunan stunting dapat dilakukan dengan cara intervensi spesifik dan intervensi sensitif, dimana intervensi spesifik hanya menyumbang 30% (yaitu sektor kesehatan) sedangkan intervensi sensitif menyumbang 70 % (yakni lintas sektor terkait) seperti perbaikan sanitasi dan sebagainya. Dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Tanggamus kita berharap adanya sinkronisasi perencana program lintas program dan lintas sektor serta terukurnya output kegiatan.

Pencegahan dan penanggulangan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, tetapi butuh peran dari berbagai sektor secara aktif. Oleh sebab itu saya berharap, koordinasi yang baik dapat terjadi dalam pencegahan dan penanggulangan stunting dibawah koordinasi Kepala Bappelitbang selaku koordinator kegiatan Konvergensi Stunting Kabupaten Tanggamus. (Lita)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *