Pengusaha Kecil Bekasi, Dapat Pelatihan dari Universitas Trisakti

BEKASI — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Trisakti, Yosep Agus BNN (ketua), Anita Gunawan, Ati Kushariani beserta tim mahasiswa gelar pelatihan Himpunan Pengusaha Kecil Laundri Indonesia (HIPLI) di Setu, Bekasi pada tanggal 19 Pebruari 2020

“Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) di Indonesia merupakan tulang pungung perekonomian di tanah air. Sektor ini terbukti mampu bertahan, menghadapi krisis ekonomi di tahun 1998”, kata ketua Tim PKM Yosef Agus BNN Kamis (19/2/2020)

Menurutnya, usaha Laundry ini menjamur dan terus berkembang sejak tahun 2000. Hingga muncul usaha Laundry Kiloan, salah satu jawaban atas permasalahan warga kota besar yang super sibuk dengan berbagai aktivitas tanpa menambah pekerja di rumah.

Tingginya persaingan, beragamannya latar belakang pendidikan, Pengusaha Laundry di HIPLI serta kurangnya pemahaman tentang pentingnya fungsi Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) menjadi alasan utama FEB Universitas Trisakti. mengadakan

“Pelatihan SPM terhadap keuangan UMKM bagi HIPLI di wilayah Bekasi sebagai program PKM Universitas Trisakti,” kata Yosef Agus.

Dia menegaskan, usaha Laundry akan lebih berkembang jika pengusaha Laundry sudah mempunyai Visi dan Misi yang jelas, dijabarkan dalam program tujuan jangka pendek, menengah dan panjang dapat tercapai.

Pencapaian program akan berhasil, jika pengusaha mempunyai sistem pengendalian Manajemen yang baik. “SPM suatu proses yang menjamin sumber daya manusia, fisik dan teknologi digunakan dengan efektif dan efisien dalam rangka pencapaian tujuan organisasi,” jelas Yosef Agus

Oleh karena itu, perlu dianalisa dengan cermat, dirinci agar diperoleh suatu informasi yang memadai bagi pemilik usaha. Untuk memperoleh gambaran menyeluruh, tentang bisnis dan sumber daya yang dimiliki, sebagai dasar untuk menentukan strategi bisnis. Penyelesaian masalah yang cocok dan tepat, demi tercapainya program.

Lebih lanjut Yosep Agus mengatakan, strategi yang baik harus dilengkapi dengan kontrol yang memadai, dari lower level hingga top level manajemen.

“Dimulai dari proses input sampai dengan output. Kontrol yang dilakukan dapat dibuat dan dilaporkan secara tertulis (formal) bisa juga tidak. Namun mempengaruhi perilaku indivdu atau kelompok dalam entitas (=informal)”, papar Yosef Agus.

Menurutnya, pelatihan lebih menekan pada pengenalan awal (Introductory level) terhadap Sistem Pengendalian Manajemen (SPM). Berupa garis besar pemahaman tentang SPM dan sharing pengalaman, tentang permasalahan yang timbul dari kasus kasus nyata, mendapat apresiasi yang baik dari 18 peserta pelatihan.

Sementara Ketua DPD HIPLI Jaka Mulyana, mengapresiasi pelatihan yang dilakukan Tim Dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Trisakti, “Materi Pelatihan ini bagus dan kami berharap pelatihan ini diberikan secara berkelanjutan,” kata Jaka Mulyana.

Yosep Agus berharap agar pengetahuan yang diberikan dapat memberikan manfaat. Dia mengatakan, membuka pintu bagi peserta pelatihan, berdiskusi tentang SPM lebih lanjut. (Den)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *