Analogi Refleksi Akhir Tahun Versi Rohmat Selamat

BOGOR — Berada dalam ruang gelap, cenderung menghadirkan rasa bingung, bahkan ketakutan dan kepanikan. Tanpa mengenali ruang itu, orang sulit, bahkan mungkin tak kan tahu apa yang harus dilakukan di dalam kegelapan. Namun begitu Anda menemukan tombol penerangan, menyaksikan lampu, efek cahaya akan memicu pemikiran, inspirasi dan kreatifitas mengenai apa yang harus dilakukan.

Analoginya, bila di tengah kekalutan situasi dalam kehidupan, tiba-tiba ada yang berfikir jernih dan menyampaikan gagasan-gagasan, pintu solusi terbuka. Inilah yang disebut the power of idea. Kekuatan ide dan gagasan untuk menentukan langkah-langkah ke depan.

Bagi banyak pihak, baik perorangan maupun institusi, maupun organisasi, Desember terakhir dalam kalender Masehi, selalu dilakukan refleksi akhir tahun. Refleksi ini untuk merenungi kembali perjalanan yang telah dilakukan, yang merupakan sebuah gambaran.

Dalam konteks manajemen modern, refleksi dimaknai sebagai evaluasi yaitu pekerjaan setelah dilakukan perencanaan, artinya evaluasi dilakukan setiap akhir kegiatan, yang sifatnya berupa penilaian, perbaikan terhadap kegiatan yang telah dilakukan dan menganalisa kegiatan-kegiatan selanjutnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dapat dikatakan, refleksi merupakan perenungan diri terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Artinya, apakah kegiatan tersebut berhasil, atau gagal. Apa hambatannya? Apa tantangannya? Bagaimana cara mengatasi masalahnya? Apa saja sumber dayanya? Siapa yang melakukannya? Dengan siapa harus bekerjasama? Bagaimana pembagian kerjanya? Kapan deadlinenya? Dan sebagainya.

Begitu pula dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, patut kiranya kita merenunginya kembali. Di sepanjang tahun 2019 ini, banyak persoalan-persoalan bangsa yang terus mengemuka, mulai dari persoalan politik, korupsi, saling serang yang berujung pada ujaran kebencian dan hilangnya rujukan nilai.

Selain itu, permasalahan lain mulai dari pengangguran, kriminalitas, skandal korupsi, perdagangan anak, genk motor, penggusuran, narkoba, konflik horizontal, terorisme, hingga bencana alam. Ini semua menjadi persoalan bangsa yang harus ditangani secara serius, agar bangsa yang besar ini tidak semakin kehilangan jati diri, kehilangan arah.

Persoalan-persoalan tersebut yang menjadi akar dari berbagai permasalahan yang melanda bangsa ini, harus segera dicarikan solusi oleh segenap komponen bangsa. Kalau tidak, akan menjalar pada permasalahan lain yang semakin sulit diatasi.

Kita tentu tak ingin bangsa ini semakin terpuruk dengan berbagai permasalahan yang tak kunjung selesai. Semoga bangsa ini dapat mengatasi segala persoalan yang ada, dan mampu meraih keinginan bersama sebagai bangsa yang damai, aman, nyaman, tenteram, sejahtera dan berkeadilan.

Semoga.!!

Pengamat Sosial dan Kemanusiaan, tinggal di Bogor

Sumber strategi(ketua PWRI kab Bogor)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *