Terkait Dugaan Korupsi PT. PPE Rp 80M. “Tangkap Mantan Direktur Utama Radjab tampubolon”

BOGOR — Ketua Umum Ormas Benteng Pajajaran, Doelsamson Sambarnyawa, lagi-lagi mengkritisi dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di BUMD Pemkab Bogor yakni PT. Prayoga Pertambangan Energi (PPE) sebesar Rp. 80 Miliar dari penyertaan modal yang diberikan Pemkab Bogor.

Melalui press release nya yang diterima media ini, Rabu (04/12), langsung dari sang ketua umum, doelsamson meminta pihak kejaksaan negeri cibinong untuk mengusut, dan mengambil langkah cepat memeriksa Dirut PT. PPE Ir. Radjab Tampubolon.

Berikut isi press release yang terima media tugasbangsanews.com dari DPP Ormas Benteng Pajajaran :

Press release,
Kepada Yth,
Awak media online dan cetak
Ditempat,

Assalamu’alaikum,
Terkait dugaan korupsi PT. PPE Rp 80M.
“Tangkap mantan Direktur utama Radjab tampubolon”

Radjab tampubolon dipercaya oleh pemerintah daerah mengelola salah satu BUMD di kabupaten bogor.
Di beri kedudukan sebagai Direktur Utama PT PPE (Prayoga Pertambangan  Energy), sejak 2012 yang lalu, hingga saat ini PT PPE dibawah management Direktur Utama Radjab tampubolon tidak menghasilkan deviden/ keuntungan. Sehingga bupati bogor Hj. Ade yasin mengambil langkah memberhentikan Direktur utama PT PPE Radjab tampubolon.
Langkah bupati bogor Hj ade yasin tepat dan jitu untuk menyelamatkan BUMD dari keterpurukan akibat ulah dari mantan Direktur Utama PT PPE Radjab tampubolon, ada 4 point penting yang bisa di tarik kesimpulan.

Entry point :

1. Radjab tampubolon Miss management pengelolaan dana penyertaan modal pemerintah daerah kabupaten bogor untuk BUMD PT PPE
2. Direktur Utama Radjab tampubolon mengangap PT PPE seperti dinas / instansi,,,sehingga menurut radjab tampubolon anggaran dana penyertaan modal bisa di habiskan ,,,
3. Dana penyertaan modal PT PPE di belikan lahan yang masih statusnya milik PT. Perhutani,,,
4. Lahan yang dibeli yang di gadang gadang bisa menghasilkan batu split kualitas materialnya rendah,, sehingga tidak ada yang membeli produk PT PPE
Doelsamson sambarnyawa ayam jantan dari Timor mendesak aparat hukum kejaksaan untuk segera mengambil langkah cepat memeriksa yang bersangkutan, dan cekal agar yang bersangkutan tidak melarikan diri,,
Penyertaan modal pemerintah daerah mencapai total 250 M,,,
Tanggal 9 Desember adalah momentum bagi kejaksaan untuk angkat dan seret oknum koruptor ke meja hijau,,,
Tegakkan hukum walaupun langit akan runtuh,,, jadikan hukum sebagai panglima,,, sesuai amanat UU no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi,,
Doelsamson meminta semua awak media sosial / cetak dan online untuk mengawal kasus kerugian keuangan negara mencapai Rp 80 M,,,,
Demikian pernyataan sikap saya atas hari anti korupsi sedunia,,,

Terima kasih,,,
Wassalamualaikum,,,

Di keluarkan dari DPP Benteng Padjajaran
Tanggal 4 Desember 2019.

2 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *