Oknum Pegawai DLH Kota Bogor Angkut Sampah Kabupaten, Kabid dan Mantan Kasi diduga Dapat Upeti

CITEUREUP — Oknum Pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor yang mengangkut sampah di area kabupaten Bogor diduga menggunakan fasilitas Dinas untuk kepentingan pribadinya.

Pihak DLH Kota Bogor saat dimintai tanggapannya terkait hal tersebut melalui Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Hendrawan mengaku tidak tahu kalau ada oknum dinas DLH Kota Bogor yang mengangkut sampah di wilayah Kabupaten, Ia beralasan sejak menjabat sebagai kasi lebih kurang enam bulan lalu, tidak ada peyerahan data terkait prihal tersebut.

“Mungkin saja ada, tapi saya ga tau pasti, karena tidak ada laporan terkait hal tersebut ke dinas, ada kemungkinan itu kerjasama antara oknum petugas (sopir/red) diluar kedinasan,”ucapnya.

Hendrawan menambahkan, seharusnya untuk kerjasama pengangkutan sampah dengan pihak ketiga itu ada MOU kerjasamanya minimal 1 tahun sekali, sehingga PAD dari retribusinya masuk ke dinas. Tapi jika ia mengangkut sampah pihak ketiga tanpa ada laporan apalagi menggunakan fasilitas dinas itu jelas tidak boleh,” jelas Hendrawan saat dikonfirmasi dikantor nya, Jum’at (22/11)

Insert : Perusahaan di kawasan industri Sentul yang sampahnya diangkut dikelola DLH Kota Bogor

Terpisah pihak perusahaan yang diwakili Ibu Lela selaku HRD PT. Agrenisia Raya perusahaan yang memproduksi kue lapis saat dikonfirmasi membenarkan jika sampah perusahaan diangkut oleh DLH kota.

“Ya benar memang sampah kita disini diangkut dinas kota. Dan ini terjadi sejak  sejak setahun lalu dengan pembayaran Rp. 12 juta perbulannya,” terang Ella.

“Memang kontraknya tidak secara tertulis, hanya secara lisan dengan petugasnya, karena pada saat itu dinas DLH Kabupaten Bogor belum sanggup karena keterbatasan armada,” imbuhnya.

Menanggapi hal diatas, Ketua LP-KPK KomCab Bogor Syafarudin mengatakan, “Apapun bentuk penyelewengan oknum dinas kebersihan kota Bogor, sudah sepantasnya mendapat teguran keras dan sangsi yang berat,karna ada kerugian PAD di sana, PAD itu kan nantinya kembali ke rakyat melalui pemda, nah ketika ada oknum dinas yang menyalahi wewenang ya harus di tindak tegas,” tukas Syafarudin.

“Untuk Dinas kebersihan kota Bogor sendiri,patut diduga bermain di balik layar, patut juga  di pertanyakan bagaimana pengawasan Internal dinas nya….!!!!,” Tegas Syafaruddin

Sementara itu oknum pegawai (sopir-red) hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Kuat dugaan jika kegiatan kerjasama pengangkutan sampah yang tidak dilaporkan kedinas tersebut bisa berjalan lancar atas sepengetahuan Kabid dan mantan Kasi Angkutan yang lama, tapi mereka tutup mata karena diduga terima upeti dari oknum sopir tersebut. (Sto)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *