BER HMI LK 1 ANGKATAN HERO , Yakinkan Dengan Iman, Usahakan Dengan Amal

BOGOR — HMI adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan dengan semangat mempertemukan semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia dan Islam Indonesia.
Hal tersebut tercermin dalam tujuan awal berdirinya HMI yakni
Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia
Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.
HMI sehingga dapat terus eksis menjadi organisasi kemahasiswaan tertua (berdiri 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan 5 Februari 1947, kurang dari 2 tahun setelah kemerdekaan NKRI) dan terbesar (memiliki 17 Badko, 149 Cabang Penuh, dan 16 Cabang Persiapan di seluruh Indonesia dan Malaysia, dan jumlah anggota lebih dari 100 ribu).
Pandangan dan ideologi HMI yang mengawinkan Islam dan nasionalisme Indonesia bukanlah ahistoris melainkan didasarkan pijakan historis, identitas, dan visi yang jauh ke depan.
Jejak historis misalkan dapat dilihat dari kutipan berikut ini: Agama Islam tidak begitu saja menyerap nurani suatu kebangsaan secara pasif. Agama ini menjadi pengadaan saluran dini dari perkembangan nasionalisme yang matang, nasionalisme modern, suatu saluran yang sampai sekarang masih sangat penting.
Argumen identitas didasarkan pada suatu kesadaran bahwa dalam diri tiap warga Indonesia dan umat Islam Indonesia melekat dua identitas sekaligus, yakni berbangsa Indonesia dan beragama Islam. Keduanya merupakan identitas yang tidak terbantahkan dan karenanya harus diharmoniskan dan dijadikan modal yang saling memperkuat demi terwujudnya kehidupan dan peradaban yang lebih baik.
Sedangkan argumen visi jauh ke depan dimaksudkan karena HMI memiliki visi bahwa Islam dan Indonesia yang plural dapat dibangun menjadi maju, kuat, dan sejahtera dalam wadah yang lebih mengedepankan substansi dari pada simbol.
Dalam kerangka itulah, HMI kemudian memiliki visi menciptakan kader yang memiliki visi lima kualitas insan cita seperti yang tercermin dalam tujuan HMI (Ps 4 AD), yakni terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil-makmur yang diridhoi Allah SWT.
HMI mengembangkan dimensi lain dari agama Islam dari yang umum dipahami dan dipraktekkan di Indonesia, agar umat Islam Indonesia tidak terjebak dalam Islam syariah yang telah membelenggu umat sehingga berpikir seolah-olah Islam hanya sebatas itu.
Dalam rangka itulah HMI mengembangkan Nilai-nilai Dasar Perjuangan yang merupakan jendela pemahaman Islam di HMI dalam ranah teologi, pemikiran sosial, ekonomi, politik, dan budaya.
Dengan demikian, memasuki HMI berarti memasuki alam pemikiran Islam-nasionalis dan Nasionalis-Islam. Memasuki alam pemikiran pluralis yang substansialis, modern, dan memandang beragama sebagai proses penuh kesadaran dan tanggungjawab.
Corak yang demikian merupakan konsekuensi dari spirit misi HMI yang berasal dari QS Al Imran, 3:104 “Hendaknya diantara kamu ada umat yang melakukan da’wah ila al khair, ammar makruf dan nahi munkar, dan mereka itulah orang-orang yang bahagia”.
[1]  Al khair = “kebajikan universal”, Al makruf = “yang telah diketahui” (sebagai benar, hukum/kebaikan), Al munkar = “yang diingkari” (oleh hati nurani).
Paham keagamaan dan kebangsaannya yang paling suitable bagi umat Islam Indonesia. Paham keagamaan HMI tidak bermazhab.
HMI adalah organisasi yang independen sehingga bisa dimana saja dan kemana saja.
HMI merupakan organisasi kemahasiswaan terbesar dan tertua di Indonesia dengan sistem berorganisasi yang tersistematisasi dgn baik dan telah teruji.
Terbukti telah sukses melahirkan banyak tokoh nasional dan lokal.
Memberikan nilai tambah yang nyata bagi kehidupan mahasiswa dan masa depannya.
Tantangan keindonesiaan dan global saat ini dan ke depan menuntut kehadiran organisasi dan individu-individu yang memiliki karakter seperti HMI, yakni rasional, modern, pluralis, dan substansialis. (Red)BOGOR — HMI adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan dengan semangat mempertemukan semangat nasionalisme kebangsaan Indonesia dan Islam Indonesia.
Hal tersebut tercermin dalam tujuan awal berdirinya HMI yakni
Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia
Menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.
HMI sehingga dapat terus eksis menjadi organisasi kemahasiswaan tertua (berdiri 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan 5 Februari 1947, kurang dari 2 tahun setelah kemerdekaan NKRI) dan terbesar (memiliki 17 Badko, 149 Cabang Penuh, dan 16 Cabang Persiapan di seluruh Indonesia dan Malaysia, dan jumlah anggota lebih dari 100 ribu).
Pandangan dan ideologi HMI yang mengawinkan Islam dan nasionalisme Indonesia bukanlah ahistoris melainkan didasarkan pijakan historis, identitas, dan visi yang jauh ke depan.
Jejak historis misalkan dapat dilihat dari kutipan berikut ini: Agama Islam tidak begitu saja menyerap nurani suatu kebangsaan secara pasif. Agama ini menjadi pengadaan saluran dini dari perkembangan nasionalisme yang matang, nasionalisme modern, suatu saluran yang sampai sekarang masih sangat penting.
Argumen identitas didasarkan pada suatu kesadaran bahwa dalam diri tiap warga Indonesia dan umat Islam Indonesia melekat dua identitas sekaligus, yakni berbangsa Indonesia dan beragama Islam. Keduanya merupakan identitas yang tidak terbantahkan dan karenanya harus diharmoniskan dan dijadikan modal yang saling memperkuat demi terwujudnya kehidupan dan peradaban yang lebih baik.
Sedangkan argumen visi jauh ke depan dimaksudkan karena HMI memiliki visi bahwa Islam dan Indonesia yang plural dapat dibangun menjadi maju, kuat, dan sejahtera dalam wadah yang lebih mengedepankan substansi dari pada simbol.
Dalam kerangka itulah, HMI kemudian memiliki visi menciptakan kader yang memiliki visi lima kualitas insan cita seperti yang tercermin dalam tujuan HMI (Ps 4 AD), yakni terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil-makmur yang diridhoi Allah SWT.
HMI mengembangkan dimensi lain dari agama Islam dari yang umum dipahami dan dipraktekkan di Indonesia, agar umat Islam Indonesia tidak terjebak dalam Islam syariah yang telah membelenggu umat sehingga berpikir seolah-olah Islam hanya sebatas itu.
Dalam rangka itulah HMI mengembangkan Nilai-nilai Dasar Perjuangan yang merupakan jendela pemahaman Islam di HMI dalam ranah teologi, pemikiran sosial, ekonomi, politik, dan budaya.
Dengan demikian, memasuki HMI berarti memasuki alam pemikiran Islam-nasionalis dan Nasionalis-Islam. Memasuki alam pemikiran pluralis yang substansialis, modern, dan memandang beragama sebagai proses penuh kesadaran dan tanggungjawab.
Corak yang demikian merupakan konsekuensi dari spirit misi HMI yang berasal dari QS Al Imran, 3:104 “Hendaknya diantara kamu ada umat yang melakukan da’wah ila al khair, ammar makruf dan nahi munkar, dan mereka itulah orang-orang yang bahagia”.
[1]  Al khair = “kebajikan universal”, Al makruf = “yang telah diketahui” (sebagai benar, hukum/kebaikan), Al munkar = “yang diingkari” (oleh hati nurani).
Paham keagamaan dan kebangsaannya yang paling suitable bagi umat Islam Indonesia. Paham keagamaan HMI tidak bermazhab.
HMI adalah organisasi yang independen sehingga bisa dimana saja dan kemana saja.
HMI merupakan organisasi kemahasiswaan terbesar dan tertua di Indonesia dengan sistem berorganisasi yang tersistematisasi dgn baik dan telah teruji.
Terbukti telah sukses melahirkan banyak tokoh nasional dan lokal.
Memberikan nilai tambah yang nyata bagi kehidupan mahasiswa dan masa depannya.
Tantangan keindonesiaan dan global saat ini dan ke depan menuntut kehadiran organisasi dan individu-individu yang memiliki karakter seperti HMI, yakni rasional, modern, pluralis, dan substansialis. (Red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *