Warga Keluhkan Endapan Sampah Menumpuk Di Kalibaru

BOJONGGEDE — Warga Bojonggede mengeluh demi melihat sungai kalibaru yang dipenuhi tumpukan sampah. Pasalnya Dinas  Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor yang menganngani permasalahan kebersihan / sampah melalui Bidang Pengelolaan Sampah dan UPT.SDA. tak kunjung mampu menyelesaikan permasalahan sampah tersebut.  Hal ini yang memicu kegeraman warga atas kinerja Pemkab Bogor yang dinilai tanggung-tanggung membersihkan sampah di lokasi titik – titik sepanjang Kalibaru.

Photo : Jembatan yang menahan laju sampah

Nirin, seorang warga yang kebetulan dimintai keterangan soal sampah mengatakan, sekitar sebulan yang lalu memang dilakukan pembersihan, namun kok tanggung. Sedikit dibersihkan meski ramai yang datang. Jadi nggak kelihatan diberesin. Sekali terjun ya aturan langsung bersih. Ada hasilnya, enak dilihatnya juga. Ini seperti kerjaan tanggung gitu,” kata warga sekitar. ketika ditemui di sekitaran lokasi titik gundukan sampah, hari Kamis (24/10/2019).

Photo :  Bangunan Yang Berdiri Diatas Garis Sepadan Sungai/ Pintasan Aliran Sungai Kalibaru Kabupaten Bògor

Dia mengatakan warga setempat sebenarnya siap membantu melakukan pembersihan sampah di aliran Kalibaru. Menurutnya, warga menunggu solusi dari Pemkab Bogor untuk menuntaskan masalah sampah itu, soalnya penyebab sampah memang menjadi masalah kita bersama, tapi pemkab dan dinas SDA, harus dapat mencari solusi jalan keluar soal sampah ini. Kan seharusnya pemkab bogor melakukan pendataan bangunan dan jembatan yang kebanyakan tidak ada izin bangunannya, tutur Nirin.

Lain lagi dengan Yanto, kepada media mengatakan ,” kalau kita mau jujur, kan bangunan yang berdiri di sepanjang Kalibaru ini banyak juga menyumbang sampah ke Kalibaru, coba aja kita lihat penghuni bangunan yang mendiami bantaran sungai Kalibaru umumnya pedagang pasar sampai pedagang makanan, jadi saya sering melihat mereka membuang sampah langsung ke aliran sungai Kalibaru, dia enak aja tinggal buka pintu di belakang bangunannya yang menghadap ke sungai, terus langsung lempar sampah ke sungai tuturnya.

“Kalau memang butuh bantuan, gimana solusinya, atau butuh bantuan warga, saya siap membantu. Nanti saya ajak warga buat ikut bersihin. Gotong royong gitu. Kan biar enggak bau,” ujar Yanto.

Selain itu, Yanto juga khawatir tumpukan sampah itu bisa memicu kebakaran. Apalagi, saat ini musim kemarau.

“Ini kan sampah bahaya. Seberang LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Ada banyak daun dan pohon. Kalau ada yang buang putung rokok sembarangan dan kena tumpukan sampah di bawah, bisa menjalar api ke LIPI,” tuturnya, warga meminta agar dinas SDA bersama dengan dinas kebersihan pemkab bogor, secepatnya mendata bangunan dan jembatan yang tidak berizin berdiri di lahan bantaran sungai sepanjang Kalibaru ini, tutupnya. (Sto)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *