Orang Tua Siswa SMKN 1 Purbalingga Mengeluh Tingginya Sumbangan Sekolah

PURBALINGGA — Sejumlah orang tua siswa SMK Negeri 1 Purbalingga mengeluhkan tingginya sumbangan yang dirasa sangat memberatkan. Berdasarkan surat undangan dari komite sekolah, hari Jumat, 18 Oktober 2019 orang tua siswa SMK Negeri 1 Purbalingga menghadiri Rapat Pleno Komite. Pada kegiatan tersebut, setelah dilakukan pengarahan oleh Ketua Komite dan Kepala Sekolah di aula sekolah, orang tua siswa dipersilahkan untuk masuk kelas, kemudian dengan didampingi wali kelas diminta untuk mengisi form pernyataan kesanggupan memberikan sumbangan sebesar Rp. 3.000.000 yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Ketentuan sekolah ini bertentangan dengan kebijakan Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Jawa Tengah dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pada kesempatan terpisah, Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Jawa Tengah menegaskan, sekolah tidak boleh memungut sumbangan dari siswa baru dengan dalih apapun termasuk sumbangan pengembangan. Orang tua murid tak boleh dibebani biaya pembangunan atau pengembangan, karena biaya tersebut sudah ditanggung pemerintah. “Kalau pembangunan sudah jelas, bahwa sumber pendanaan itu ada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Jika memang dibutuhkan anggaran sekian, maka harus diajukan ke dinas pendidikan, di-acc boleh atau tidak. Jangan kemudian langsung memungut pada sejumlah ortu siswa, ini akan berpotensi maladministrasi,” tandas Sabarudin Hulu (16/7/2019).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan Komite Sekolah dilarang memungut dana pada murid dan wali murid. “Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dengan sangat tegas dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua atau walinya,” ujar Kepala Biro Hukum dan Organisasi (Biro Hukor) Dian Wahyuni dalam jumpa pers di Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, (16/1/2017).
(S.Wahyudi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *