Wakasek MTs Al Mizan Diduga Lakukan Penamparan Terhadap Siswa

BOGOR — Wali murid siswa klas IX Mts Al Mizan tidak terima dan menyayangkan sikap dan perlakuan wakil kepala sekolah yang merangkap guru wali klas IX B, yang diduga melakukan kekerasan fisik dalam menghukum siswanya.
Perlakuan kekerasan itu terjadi saat siswa inisial (E) dan 6 siswa lainnya di interogasi pihak sekolah pada hari Jumat (11/10/2019) oleh Kepala sekolah dan wakilnya terkait photo penangkapan mereka oleh patroli polisi Polsek Cibinong yang tersebar di medsos, karena diduga terlibat tawuran pelajar, namun karena tidak terbukti siswa tersebut dilepas kembali setelah dijemput oleh pihak keluarga.
Menurut keterangan korban siswa (E ) dia dipukul sekali dan ditampar dua kali, saat di interogasi, “entah apa sebabnya tiba – tiba saya langsung dipukul dan ditampar dua kali bolak balik ” terang E.
Setelah itu wali murid,  dipanggil ke sekolah dan diminta untuk memindahkan atau mencari sekolah lain untuk E, karena murid tersebut akan dikeluarkan. Kami merasa bingung dan keberatan karena untuk pindah sekolah tentu harus mengeluarkan biaya lagi, “dari mana kami punya duit, terlebih anak kami tersebut  sebentar lagi menghadapi Ujian kelulusan” keluh Wali murid.
“Sebenarnya kami juga tidak terima atas tindakan yang dilakukan oknum Wakasek tersebut, bahkan ponakan saya tadinya ingin lapor ke polisi, karena dari 7 orang siswa yang diinterogasi kok cuma anak kami saja yang diberikan hukuman, ditampar dan hendak dikeluarkan dari sekolah tersebut.
Tapi kami selaku wali murid juga khawatir melihat psikologis anak kami E yang merasa ketakutan, kekhawatiran kami juga jika setelah ini si E di sekolahan nanti akan mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pihak guru/sekolah. Apalgi ada bahasa dari Wakasek nya pak Damiri kepada kami,  kalaupun tidak mau pindah dan tetap mau bersekolah disini nanti juga tidak akan lulus, ucapnya.
“Ini anak kami sudah tiga hari tidak sekolah, karena merasa sudah di keluarkan, namun  kemarin kami dapat kabar dari Kepala sekolahnya kalau anak kami tersebut masih bisa sekolah Kemabli mulai hari Senin depan”.
Sementara itu Wakasek Damiri yang di klarifikasi terkait prihal tersebut, mengakui dan membenarkan kejadian pemukulan ( penamparan) kepada siswanya tersebut, beliau mengaku lepas kontrol karena saat diinterogasi siswa tersebut berbelit dan berusaha membela diri dari kesalahannya.
“Itu semua terjadi karena sudah klimak, karena saat  diinterogasi jawabannya muter-muter mencari pembenaran atau pembelaan diri, juga karena siswa tersebut sebelumnya sudah pernah melakukan kesalahan. Terkait informasi bahwa anak tersebut dikeluarkan, pada saat disampaikan ke wali murid, info itu belumlah final,. “memang benar pada saat itu pihak sekolah hanya punya dua opsi yakni  dipindahkan atau dikeluarkan, namun setelah dirapatkan hasilnya siswa tersebut masih bisa meneruskan  sekolah disini mulai Senin depan, dengan catatan ada jaminan dari wali muridnya bahwa anak tersebut tidak mengulangi kesalahannya lagi.” papar Damiri saat dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019).
Masih ditempat yang sama Kepala sekolah Mts Al Mizan, saat dimintai komentarnya nya, terkesan membela Wakasek nya yang diduga telah melakukan kekerasan tersebut, Nur hasan beralibi bahwa untuk setiap kesalahan siswa ada tahapan dan prosesnya, dan sanksi nya pun ada, seperti mengaji surat Yasin, dan hapalan ayat Alquran.
Terkait tindakan Wakasek nya yang melakukan penamparan terhadap siswa tersebut, Nur hasan juga mengakui turut menyaksikan tapi itu hanya tamparan ringan saja untuk memberikan peringatan kepada siswanya, ujar Nur hasan.
Informasi selentingan yang kami dapatkan kejadian seperti ini bukan baru pertama kali, diduga Wakaseknya tersebut memang tempramental, sering memukul siswa-siswinya yang melakukan kesalahan,  “pak Damiri itu memang sering menghukum siswa nya dengan memukul atau menampar, bahkan pernah terjadi siswi sekolah tersebut ditampar pakai buku karena melakukan kesalahan sepele,” ucap Nara sumber lainnya yang enggan disebutkan identitasnya. (Sto)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *