SMA Negeri 1 Cigudeg Pecat Siswanya Hanya Gara-gara Merekam Kejadian Tawuran Pelajar

Cigudeg — Pemecatan atau Drop Out siswa yang dilakukan oleh pihak sekolah SMA Negeri 1 Cigudeg Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, terhadap siswa (MS) beberapa waktu lalu menuai kekecewaan dan trauma mendalam bagi wali murid dan siswa yang bersangkutan.
Pasalnya pemecatan sepihak oleh sekolah tersebut disinyalir tidak memperhatikan unsur-unsur tatanan aturan dan nilai – nilai dalam mendidik di satuan pendidikan/sekolah.
Seperti diberitakan sebelumnya Pihak Wali murid dari siswa (MS) Ibu Mulyana, saat dipanggil menghadap ke sekolah dikarenakan anaknya diduga melakukan pelanggaran tatib di sekolah (terlibat tawuran pelajar)  yang terjadi di wilayah Desa Sipak Kecamatan Jasinga pada tanggal (13/8/2019) lalu, sudah meminta maaf atas perbutan anaknya, dan memohon agar pihak sekolah memberikan sanksi / peringatan.
 
Photo : Humas SMA Negeri 1 Cigudeg (Eka Jatnika, Spd)

Karena menurut pengakuan anak kami, dia sama sekali tidak terlibat dalam tawuran, dia bersama dua rekannya hanya kebetulan merekam kejadian tawuran anak SMP tersebut 

Tapi permohonan dan permintaan kami tersebut tidak digubris bahkan tanpa toleransi sedikitpun pihak sekolah langsung melakukan pemecatan.
 
“Dengan rasa sedih sambil menangis saat itu saya memohon-mohon kepada pihak sekolah agar anak saya jangan sampai dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Cigudeg, namun tanpa sama sekali ada pertimbangan dan toleransi pihak sekolah tetap memecat atau men Drop Out anak saya,” beber muyana dengan nada sedih, saat di konfirmasi oleh media ini di kediamannya, Kamis (26/9/2019).
“Selaku orang tua siswa kami jelas  kecewaa atas tindakan yang dilakukan pihak sekolah yang mengedepankan sanksi / hukuman ketimbang pembinaan kepada para siswanya yang diduga melanggar peraturan, dengan kejadian itu, anak kami pun sempat trauma enggan untuk sekolah lagi,”imbuh Mulyana.
Baca juga :
Sang murid yang berinisial (MS) juga membantah kalau dirinya dituduh telah terlibat tawuran, MS mengaku pada saat terjadi tawuran antar pelajar SMP tersebut dirinya bersama kedua temannya hanya memvidiokan tawuran yang sedang berlangsung.
“Saya hanya kebetulan diajak teman saya dan saya tidak terlibat dalam tawuran tersebut, hanya merekam kejadian dengan cara memvidiokan nya dengan ponsel,” kata MS.
MS juga mengatakan yang dari SMA Negeri 1 Cigudeg itu bertiga, tapi kenapa cuma saya saja yang di pecat atau dikeluarkan, sementara kawan saya yang dua orang lagi tidak diapa -apa kan, ujar MS.
Sementara itu pihak sekolah SMA Negeri 1 Cigudeg yang diminta tanggapannya terkait hal tersebut, Senin (30/9/2019) melalui Humasnya Eka Jatnika, Spd, mengatakan bahwa murid sesuai aturan yang ada disekolah bisa dilakukan pemecatan (DO) langsung, jika terbukti melakukan pelanggaran berat seperti terlibat kasus narkoba ataupun terbukti melakukan tindakan pidana, pencurian, pembunuhan atau melukai orang pada saat tawuran sehingga harus diproses oleh penegak hukum, maka itu bisa langsung di pecat, terang Eka.
“Tapi jika hanya pelanggaran ringan seperti membolos, ketahuan merokok tentu tahapannya berbeda, pihak sekolah  akan memberikan  pembinaan berupa warning / peringatan dulu kepada siswa tersebut,” tukasnya.
Terpisah Kepala Kantor Cabang Daerah  (KCD) wilayah Cibinong Kabupaten Bogor, saat dicoba untuk di konfirmasi terkait prihal tersebut, melalui staf nya berjanji akan mengkonfirmasi dulu informasi tersebut kepada pihak sekolah, baru setelah itu akan memberikan tanggapannya. (sto/jhn)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *