Musim Kemarau Berlanjut, Usaha Ternak Ikan Terancam Bangkrut

TAJURHALANG — Debit air yang terus berkurang dibeberapa danau yang ada di wilayah Bogor, membuat para pelaku usaha budidaya ikan air tawar terancam usahanya gulung tikar. Pasalnya, musim kering yang terus berlanjut membuat air di sekitaran danau mulai surut.

Seperti diungkapkan Endang (35) seorang pengelola usaha ternak ikan gurame di Setu Tonjong saat ditemui awak media ini. Menurutnya, karena sudah lama tidak turun hujan, membuat ikan yang dipelihara di dalam hapa (media tempat penangkaran ikan-Red) kekurangan air. “Jadi terpaksa beberapa hari lalu saya jual semua ikan, khawatir takut semakin banyak ikan yang mati.” Ujar pria yang akrab disapa Kondor ini.

Pantauan wartawan media ini, surutnya air Danau Tonjong justeru menjadi arena bermain anak-anak untuk sekedar memancing atau berenang dan bermain lumpur. Air danau yang kering, membuat tanah dasar danau terlihat dan mengering. “Kadang beberapa penyuka motor cross sering juga melintas untuk latihan. Selebihnya warga disini mencari ikan-ikan kecil dan udang.” Imbuhnya.

Hal serupa terjadi di danau Cimanggis Desa Cimanggis Kecamatan Bojonggede yang berbatasan dengan Kelurahan Mekarwangi Kota Bogor. Menurut Emuy (52) seorang peternak ikan di danau tersebut, musim kemarau panjang telah membuat air di danau tersebut mulai berkurang drastis. “Air di Setu (danau-red) Cimanggis makin kering. Ya terpaksa saya beralih kerja apa saja. Kalau terus pelihara ikan bisa bangkrut.” ucapnya. (rie/sto)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *