Kementrian PUPR, Proyek Jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede Progresnya Sudah 71 Persen

Jatigede –

Pembangunan jalan sepanjang 17 KM ruas jalan Lingkar Timur Waduk Jatigede hingga sekarang masih berjalan sesuai dengan schedule, secara fisik pembangnan jalan dan jembatan sudah mencapai 71 persen.

Kita bersyukur proyek ini bisa berjalan dengan lancar, selama musim kemarau sangat cocok untuk mengerjakan pekerjaan fisik, oleh karena itu sebagai pengawasan dari Kementerian PUPR selama pekerjaan ni secara bertahap tidak ada masalah dan kita tetap awasi dengan rutin baik sarana prasarana, keselamatan kerja sehingga secara fisik pekerjaannya masih sesuai dengan schedule.

Kementerian PUPR ini melayani infrastruktur jalan sepanjang 17 Km yang bertujuan menyiapkan lancarnya transportasi kepada masyarakat, karena proyek lingkar waduk jatigede selain mempermudah akses masyarakat bepergian ke Bandara Kertajati Majalengka dan juga untuk menghubungkan masyarakat datang kewisata waduk Jatigede. Kata Kasmedi.

Demikian Kepala pengawasan lapangan/pelaksana Teknik Lingkar Wadug Jatigede ( Kawaslap ) Kasmedi, S.ST mengatakan proyek ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya-DMT KSO dengan nilai kontrak sebanyak Rp 341 miliar, secara fisik sepanjang 17 Km dibiayai dari APBN SBSN yang pengerjaannya hingga sekarang tidak ada masalah tetap on schedule, dan kemajuannya saat ini sudah mencapai 70 persen. Katanya.

Adapun pekerjaan ini adalah pembangunan jalan sepanjang 17 Km melakukan pengaspalan dan membangun 8 unit jembatan dengan tipe struktur grider dengan variasi bentang 15 – 30 m dan jembatan ini akan menggunakan pondasi bore pile untuk pengerasan tanah dan batu hingga finishing hotmix.

Untuk kelancaran proyek ini, kita tidak bekerja sendiri selain pihak kontraktor kita juga bekerjasama dengan pihak konsultan pengawasan dan konsultan perencana termasuk P2JN sama sama mengawasi perjalanan kegiatan ini termasuk bila ada perubahan desain harus sama sama .Katanya.

Kendala saat ini memang tidak mengganggu pekerjaan hanya ada beberapa lahan yang harus menunggu penyelesaian nya oleh ppk Lahan Balai Besar Cimanuk Cisanggarung karena ruas jalan ini adalah wilayah Balai Besar Wilayah Cimanuk Cisanggarung ( BBWS ), jadi ada 4 bidang lahan yang masih proses penyelesaian termasuk permintaa kuwu ( desa ) pembuatan jalan. Tambahnya.

Jadi saat ini kita serius untuk mengawasi jalannya proyek ini, bilamana ada kendala kendala yang menyangkut kegiatan ini segera kita selesaikan bersama kepada yang terkait misalnya sekarang ini menghadapi lahan yang belum tuntas, yaitu tanah kehutanan dan membuat jalan desa untuk masyarakat semuanya ini tidak mudah perlu kordinasi dan sosialisasi .Pungkasnya. (Damanik)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *